Bisnis / Makro
Minggu, 07 Juni 2026 | 15:24 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu resesi ekonomi Indonesia saat konferensi pers APBN KiTa pada Juni 2026.
  • Pemerintah menyatakan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen masih dalam batas wajar karena dipicu kenaikan harga pangan pokok.
  • Data Mandiri Spending Index dan pengamatan langsung di berbagai daerah menunjukkan daya beli serta konsumsi masyarakat tetap kuat.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bingung dengan wacana yang beredar soal kondisi ekonomi Indonesia yang disebut memasuki masa resesi.

Hal itu disampaikan Menkeu Purbaya ketika memaparkan kondisi ekonomi di konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026. Dalam datanya, ia mengungkapkan sejumlah indikator yang diklaimnya positif.

"Jadi ini yang saya agak bingung, kenapa ada cerita bahwa kita ekonominya menuju resesi. Ketika stimulus di ekonomi cukup, uang cukup, dan pertumbuhan kredit juga cukup," katanya, dikutip Minggu (7/6/2026).

Klaim inflasi masih aman

Pertama, Purbaya menerangkan soal data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)yang naik ke 3,08 persen per Mei 2026. Purbaya mengklaim kenaikan inflasi IHK dari sebelumnya sekitar 2,4 persen lantaran volatile food atau kelompok bahan pangan pokok yang harganya mudah berubah drastis di pasaran.

Menurutnya, kelompok volatile food seperti kenaikan harga cabai merah dan bawang merah disebabkan karena pengaruh cuaca ekstrim. Tapi jika kondisi stabil, harganya bakal turun lagi.

Ilustrasi bahan pokok. Foto: Sidak harga beras di Pasar Kranggan Yogyakarta, Jumat (24/10/2025). [Kontributor/Putu]

"Tapi biasanya itu volatile, nanti kalau sudah stabil turun lagi, kalau turun lagi akan jadi pengurang lagi inflasi. Jadi walaupun naik, ini masih di batas yang wajar," beber dia.

"Inflasi yang bagus itu bukan tinggi atau bukan juga rendah. Kalau nol jelek, di bawah satu juga jelek. Artinya demand-nya berantakan. Yang bagus ya target kita lah, antara 1,5 sampai 3,5 (persen)," lanjutnya.

Tren daya beli

Baca Juga: Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Selanjutnya Purbaya menerangkan data tren daya beli masyarakat dari Mandiri Spending Index. Ia memperlihatkan konsumsi masyarakat menunjukkan peningkatan dengan angka 123,2.

"Kita lihat kan dibanding sebelumnya, trennya naik dan dibanding April sudah naik lagi. Jadi spending masyarakat masih kuat," imbuhnya.

Purbaya lalu bercerita soal aktivitasnya ketika mengunjungi pasar untuk membuktikan kondisi ekonomi RI. Ia mengklaim beberapa daerah mengalami macet hingga banyak mal penuh.

"Kadang-kadang saya lihat ke pasar, betul enggak seperti ini, kelihatannya sama. Kalau kita ke mal-mal libur, macet. Jakarta, Bogor, Bandung, macet. Mal-mal penuh, tempat ini penuh," tutur Purbaya.

Load More