- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu resesi ekonomi Indonesia saat konferensi pers APBN KiTa pada Juni 2026.
- Pemerintah menyatakan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen masih dalam batas wajar karena dipicu kenaikan harga pangan pokok.
- Data Mandiri Spending Index dan pengamatan langsung di berbagai daerah menunjukkan daya beli serta konsumsi masyarakat tetap kuat.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bingung dengan wacana yang beredar soal kondisi ekonomi Indonesia yang disebut memasuki masa resesi.
Hal itu disampaikan Menkeu Purbaya ketika memaparkan kondisi ekonomi di konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026. Dalam datanya, ia mengungkapkan sejumlah indikator yang diklaimnya positif.
"Jadi ini yang saya agak bingung, kenapa ada cerita bahwa kita ekonominya menuju resesi. Ketika stimulus di ekonomi cukup, uang cukup, dan pertumbuhan kredit juga cukup," katanya, dikutip Minggu (7/6/2026).
Klaim inflasi masih aman
Pertama, Purbaya menerangkan soal data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)yang naik ke 3,08 persen per Mei 2026. Purbaya mengklaim kenaikan inflasi IHK dari sebelumnya sekitar 2,4 persen lantaran volatile food atau kelompok bahan pangan pokok yang harganya mudah berubah drastis di pasaran.
Menurutnya, kelompok volatile food seperti kenaikan harga cabai merah dan bawang merah disebabkan karena pengaruh cuaca ekstrim. Tapi jika kondisi stabil, harganya bakal turun lagi.
"Tapi biasanya itu volatile, nanti kalau sudah stabil turun lagi, kalau turun lagi akan jadi pengurang lagi inflasi. Jadi walaupun naik, ini masih di batas yang wajar," beber dia.
"Inflasi yang bagus itu bukan tinggi atau bukan juga rendah. Kalau nol jelek, di bawah satu juga jelek. Artinya demand-nya berantakan. Yang bagus ya target kita lah, antara 1,5 sampai 3,5 (persen)," lanjutnya.
Tren daya beli
Baca Juga: Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang
Selanjutnya Purbaya menerangkan data tren daya beli masyarakat dari Mandiri Spending Index. Ia memperlihatkan konsumsi masyarakat menunjukkan peningkatan dengan angka 123,2.
"Kita lihat kan dibanding sebelumnya, trennya naik dan dibanding April sudah naik lagi. Jadi spending masyarakat masih kuat," imbuhnya.
Purbaya lalu bercerita soal aktivitasnya ketika mengunjungi pasar untuk membuktikan kondisi ekonomi RI. Ia mengklaim beberapa daerah mengalami macet hingga banyak mal penuh.
"Kadang-kadang saya lihat ke pasar, betul enggak seperti ini, kelihatannya sama. Kalau kita ke mal-mal libur, macet. Jakarta, Bogor, Bandung, macet. Mal-mal penuh, tempat ini penuh," tutur Purbaya.
Berita Terkait
-
Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang
-
LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional
-
Ramai Rumor Purbaya Diganti Chatib Basri, Berapa Gaji Menteri Keuangan RI?
-
Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?
-
Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut
-
Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar
-
Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang
-
DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran
-
Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu
-
Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026
-
Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal
-
Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas
-
LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional
-
PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir