- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menolak membeberkan rincian anggaran perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 8 Juni 2026.
- Purbaya mengarahkan publik untuk menanyakan detail anggaran tersebut kepada Kementerian Sekretariat Negara sebagai otoritas yang berwenang memberikan jawaban resmi.
- Seskab Teddy menyatakan Presiden menggunakan dana pribadi untuk menutupi kelebihan biaya perjalanan dinas yang tidak diatur dalam regulasi negara.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ogah mengungkapkan rincian anggaran perjalanan dinas luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto yang sempat viral di publik beberapa waktu belakangan.
"Anda mau melihat rahasia Presiden, ya enggak boleh lah," katanya di konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, dikutip Senin (8/6/2026).
Menkeu Purbaya mengaku kalau Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengetahui besaran biaya perjalanan dinas luar negeri Prabowo. Hanya saja ia meminta pertanyaan tersebut dijawab oleh Kementerian Sekretarian Negara (Kemensetneg).
"Kita tahu angkanya, cuma Anda tanya ke Setneg saja kalau mau jawaban yang pasti," lanjutnya.
Purbaya juga ogah menanggapi komentar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyebut Presiden menggunakan sebagian dana pribadi untuk perjalanan dinas luar negeri.
Ia mengklaim kalau biaya pribadi untuk menambah perjalanan dinas Presiden ke luar negeri memang tidak diatur dalam regulasi.
"Saya enggak bisa menjawab pertanyaan itu, itu kan Pak Teddy sudah menjelaskan ya. Kita pegang pernyataan Pak Teddy. Enggak ada aturannya. Kalau saya punya duit, saya pergi nombok enggak boleh? Secara logika kan boleh saja kalau mau nombok," kata Purbaya.
Sebenarnya regulasi soal perjalanan dinas luar negeri Presiden dan Wakil Presiden sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 66 Tahun 2020 tentang besaran komponen dan tata cara pertanggungjawaban biaya pelaksanaan perjalanan dinas bagi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Namun jika ditelusuri lebih lanjut, PMK 66/2020 itu tidak mengungkapkan secara rinci berapa banyak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perjalanan dinas Presiden.
Baca Juga: Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja
Kritik soal seringnya perjalanan dinas luar negeri Prabowo mulanya disampaikan oleh mantan Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Hal ini langsung dibalas Seskab Teddy yang menyebut biaya perjalanan dinas luar negeri sebagian ditanggung pribadi oleh Presiden Prabowo.
"Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy dalam video yang diunggah melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet.
Tag
Berita Terkait
-
Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
-
Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah
-
Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
IHSG Ambruk Ditinggal Investor Asing, Mengapa Masalah Utama Ada di Dalam Negeri?
-
Harga Telur Ayam Turun Drastis, Pemerintah Malah Bingung
-
Gegara Kebijakan Rokok Baru, RI Berpotensi Kehilangan Pendapatan Negara
-
Investor Asing Jual Saham Rp 587,21 Milar Hari Ini, Paling Tinggi BBCA
-
Bursa Mineral Masih Gelap, Bahlil Lagi Cari Formulanya
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
-
Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah
-
Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar
-
Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!
-
Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini