- Presiden Prabowo dan Dewan Ekonomi Nasional membahas tantangan makroekonomi akibat pelemahan rupiah di Istana Kepresidenan, Jakarta.
- Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan harga kebutuhan pokok serta membebani daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
- Pemerintah menerapkan efisiensi APBN pada program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis, untuk menjaga stabilitas fiskal.
Suara.com - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) baru saja menggelar pertemuan tingkat tinggi bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta.
Agenda strategis tersebut secara khusus membedah deretan tantangan makroekonomi struktural yang saat ini tengah membayangi stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika global yang bergerak sangat cepat.
Fokus utama dari diskusi krusial tersebut menyoroti potensi lonjakan harga barang kebutuhan pokok di pasaran akibat tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Fluktuasi mata uang ini dinilai membawa risiko sistemik yang dapat menekan ketahanan daya beli masyarakat luas, terutama bagi mereka yang berada di kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Chatib Basri, memaparkan bahwa pembahasan bersama Kepala Negara mencakup analisis mendalam mengenai proyeksi ekonomi global yang hingga kini masih diselimuti ketidakpastian.
Turbulensi di pasar internasional tersebut secara linier membawa gelombang dampak yang signifikan terhadap laju perekonomian di dalam negeri.
Menurut analisis Chatib, pelemahan Rupiah berpotensi besar mengerek naik struktur biaya impor (imported inflation) untuk sejumlah komoditas esensial maupun bahan baku industri manufaktur.
Rantai pasok yang membengkak ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan harga jual produk di tingkat konsumen akhir.
Situasi ekonomi ini dinilai memerlukan langkah mitigasi preventif sejak dini agar tidak menjadi beban finansial baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: MBG Sampai ke Raja Ampat, tapi Siapa yang Mau Bayar?
"Yang dibahas adalah berbagai risiko ekonomi yang mungkin muncul, termasuk dampak pelemahan rupiah terhadap harga-harga. Ini tentu perlu menjadi perhatian karena bisa berdampak pada masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah," ujar Chatib.
Sebagai upaya meredam efek kejut dari dinamika moneter tersebut, salah satu solusi konkret yang mengemuka dalam forum di Istana adalah komitmen untuk mendorong efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah pengetatan ini diambil guna memastikan ruang fiskal pemerintah tetap terjaga, fleksibel, dan sehat.
Dalam koridor pembahasan tersebut, skema efisiensi juga dikaitkan secara langsung dengan eksekusi sejumlah program prioritas nasional yang telah dicanangkan pemerintah, termasuk di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah ditegaskan bakal terus melakukan tahapan evaluasi dan penyempurnaan di lapangan agar setiap rupiah dari anggaran yang dialokasikan dapat terserap secara lebih presisi, berdampak nyata, dan tepat sasaran.
Menurut pandangan Chatib, visi utama pemerintah saat ini tidak hanya bertumpu pada ambisi mengejar angka pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga berfokus pada jaminan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap guncangan harga pasar.
Sehingga, berbagai formulasi kebijakan yang diputuskan akan selalu diarahkan untuk menjaga titik keseimbangan antara keberlanjutan struktur fiskal negara dan kebutuhan nyata jaring pengaman sosial.
Berita Terkait
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah
-
Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah
-
Kemenkes Pasok Pakar Gizi ke BGN, Nanik: MBG Fokus Kualitas Bukan Kuantitas!
-
Ngeri! Ikrar Nusa Bhakti Duga Proyek MBG Jadi Bancakan Dana Pemilu 2029
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda