Bisnis / Makro
Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri. (suara.com/Bernard Chaniago)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo dan Dewan Ekonomi Nasional membahas tantangan makroekonomi akibat pelemahan rupiah di Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan harga kebutuhan pokok serta membebani daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Pemerintah menerapkan efisiensi APBN pada program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis, untuk menjaga stabilitas fiskal.

Dalam menghadapi tekanan ketidakpastian tersebut, Chatib menilai bahwa serangkaian kebijakan strategis wajib dieksekusi guna menumbuhkan rasa percaya diri (confidence) serta tingkat kepercayaan (trust) publik dan investor terhadap kemampuan pemerintah.

"Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran, termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," kata Chatib.

Lebih lanjut terkait pelaksanaan inisiatif strategis pangan, Chatib memberikan pandangan positif terhadap manuver penyesuaian biaya yang telah dilakukan.

"Sekarang anggaran cukup efisien. Kalau target semua saya kira akan lebih efisien lagi ke depan," katanya.

Sebagai informasi, anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini Rp268 triliun untuk tahun anggaran 2026. Nominal ini merupakan hasil pemangkasan dan rasionalisasi yang cukup signifikan dari pagu awal yang sebelumnya sempat direncanakan menyentuh angka Rp335 triliun.

Potret dapur MBG (bgn.go.id)

Load More