News / Nasional
Selasa, 09 Juni 2026 | 19:43 WIB
Potret dapur MBG (bgn.go.id)
Baca 10 detik
  • Kemenkes akan menyediakan tenaga ahli kesehatan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan Badan Gizi Nasional.
  • Badan Gizi Nasional menetapkan empat langkah strategis untuk menata ulang kualitas dan sasaran program Makan Bergizi Gratis.
  • Program Makan Bergizi Gratis tahun 2026 akan difokuskan pada wilayah 3T serta menyasar ibu hamil dan balita.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyediakan ahli kesehatan dan pakar gizi anak untuk membantu Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rencana itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin usai menerima kunjungan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang dan dua Wakilnya, Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono, di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.

“Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan Ibu yang memutuskan,” kata Menkes Budi dalam pernyataannya kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).

Budi menambahkan, Kemenkes mendukung empat langkah BGN dalam upaya menata ulang pelaksanaan program MBG dalam kepemimpinan baru di bawah Nanik.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN,” imbuhnya.

Sementara Nanik menjelaskan empat langkah itu meliputi refocusing penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, pembenahan dapur yang telah beroperasi, serta penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah 3T.

“Untuk refocusing penerima manfaat, kami memerlukan dukungan Kementerian Kesehatan. Sebab fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kalangan 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita), yang menjadi domain isu Kemenkes,” kata Nanik.

Di bawah kepemimpinannya, Nanik menyebut kalau BGN kini lebih bersifat kolektif kolegial. Dirinya sebagai Kepala BGN tidak akan memutuskan berbagai persoalan tanpa persetujuan dua wakilnya.

“Saya hanya sebagai ‘ketua kelas’ saja. Semua akan kami putuskan bersama,” katanya.

Baca Juga: Sudah 37 Ribu Anak Keracunan MBG, YLKI Tantang Nanik S Deyang: 100 Hari Pertama Harus Nol Kasus!

Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang (kiri) usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma/YU]

Fokus Wilayah 3T

Sebelumnya, Nanik telah memaparkan kalau BGN berencana mengalihkan pelaksanaan MBG dari sejumlah sekolah elit ke wilayah 3T.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi BGN untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan program pada 2026 dibanding sekadar mengejar jumlah penerima manfaat.

Nanik mengungkapkan pihaknya bahkan telah menyampaikan langsung arah kebijakan itu kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Kemarin kami bertiga dipanggil dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas," kata Nanik kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/6) lalu.

Menurut dia, perubahan fokus tersebut membuat target penerima manfaat tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan program. BGN bahkan membuka kemungkinan tidak mengejar target 82 juta penerima manfaat tahun ini apabila kualitas layanan dan ketepatan sasaran dinilai belum optimal.

Load More