- Pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi secara signifikan mulai 10 Juni 2026 yang berdampak pada kenaikan biaya operasional logistik nasional.
- SiCepat Ekspres memperluas aksesibilitas layanan pengiriman ekonomis HALU untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha menekan biaya distribusi barang yang meningkat.
- Layanan HALU menawarkan tarif hingga 25 persen lebih murah dibandingkan pengiriman reguler sebagai solusi efisiensi di tengah tingginya harga BBM.
Suara.com - Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang resmi diberlakukan mulai 10 Juni 2026 diproyeksi bakal memicu efek domino terhadap biaya operasional di berbagai sektor usaha, tak terkecuali industri logistik dan kurir domestik.
Dinamika ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait potensi merangkaknya tarif distribusi barang serta beban ongkos kirim yang harus dipikul oleh para pelaku pelaku usaha kreatif maupun masyarakat selaku konsumen akhir.
Merujuk pada draf harga terbaru, varian bensin Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp16.250 per liter dari posisi sebelumnya sebesar Rp12.300 per liter pada awal bulan.
Langkah penyelarasan tarif juga menyasar pada produk Pertamax Green 95 yang harganya melonjak ke level Rp17.000 per liter dari tarif lama Rp12.900 per liter.
Agar tetap menarik minat konsumen, pengusaha pengiriman barang lantas menawarkan skema tarif miring. Solusi ini dinilai krusial bagi pelaku bisnis untuk memangkas pembengkakan pos anggaran distribusi.
Menangkap pergeseran tren tersebut, sejumlah korporasi jasa kurir langsung mengambil langkah taktis dengan memperlebar aksesibilitas layanan segmen ekonomis agar keterjangkauan ongkos kirim tetap terjaga di pasaran.
Salah satunya oleh SiCepat Ekspres. Perusahaan jasa logistik ini secara resmi memperluas cakupan ketersediaan layanan pengiriman ekonomis andalan mereka, HALU (Harga Mulai Lima Ribu), yang dalam rekam jejaknya selama ini hanya eksklusif tertanam pada ekosistem platform marketplace.
Mulai hari ini, opsi pengiriman hemat tersebut sudah dapat diakses secara fleksibel lewat fitur SiCepat Dashboard, aplikasi seluler SiCepat Ekspres, maupun melalui metode interaksi langsung di jaringan Drop Point SiCepat terdekat.
Pihak manajemen mengeklaim bahwa formula layanan HALU mampu menyajikan struktur tarif yang jauh lebih kompetitif, yakni hingga 25 persen lebih murah jika dikomparasikan dengan biaya paket layanan reguler.
Baca Juga: Terendah dalam 6 Tahun, Purbaya Akui Surplus Neraca Perdagangan Susut Imbas Impor BBM
CEO SiCepat Ekspres Indonesia, Barry Lim, mengonfirmasi bahwa koreksi ke atas pada harga BBM komersial memang memberikan tekanan tambahan yang cukup menantang bagi struktur pembiayaan arus logistik nasional.
"Kenaikan harga BBM memberikan tekanan tambahan pada biaya logistik, baik untuk pelaku usaha maupun konsumen akhir. Melalui perluasan layanan HALU, kami ingin memberikan alternatif yang lebih terjangkau hingga 25% lebih hemat dibandingkan layanan reguler agar kebutuhan distribusi tetap bisa berjalan efisien tanpa membebani biaya operasional," urai Barry Lim di hadapan media, Rabu (10/6/2026).
Tag
Berita Terkait
-
Harga Minyak Kembali Meroket! Serangan AS ke Iran Bikin Harga BBM Makin Mahal
-
Bensin Pertamax Mendadak Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Dokter Tirta: Ini Baru Langkah Awal
-
Efek Domino BBM Naik, Harga Komoditas Pangan Langsung Terbang 10 Persen Lebih
-
BBM Naik-Rupiah Jebol, Warga: Sekarang Belanja Cuma Dapat Sayur dan Bumbu-bumbuan Saja!
-
Pertamax Rp16.250: Saatnya Kelas Menengah Turun Kasta ke Jalur Pertalite?
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda