- IHSG naik 2,34 persen ke level 5.881 pada perdagangan sesi pertama hari Rabu, 10 Juni 2026.
- Penguatan indeks didorong oleh sektor teknologi dan keuangan dengan nilai transaksi mencapai Rp19,83 triliun sepanjang sesi.
- Kenaikan IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlari kencang pada perdagangan Sesi I, Rabu, 10 Juni 2026. IHSG naik 134,58 poin atau 2,34 persen ke level 5.881.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, penguatan indeks terjadi di tengah nilai transaksi yang cukup besar mencapai Rp19,83 triliun dengan volume perdagangan 28,50 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,98 juta kali.
Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak di rentang 5.677 hingga 5.939. Posisi tersebut semakin menjauh dari level pembukaan di 5.744.
Saham-saham perbankan menjadi salah satu motor penggerak utama kenaikan indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar setelah melonjak 5,83 persen ke level 5.450.
Disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang terkoreksi 1,28 persen ke level 1.930 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menguat 2,15 persen ke level 2.850.
Dari sisi volume perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menjadi yang paling aktif diperdagangkan investor.
Pada indeks LQ45, saham PT Dewa United Energi Tbk (DEWA) memimpin daftar penguatan dengan kenaikan 12,14 persen ke level 314. Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melonjak 8,73 persen dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang menguat 7,65 persen.
Sebaliknya, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menjadi top losers setelah turun 2,88 persen. Pelemahan juga dialami PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang terkoreksi 2,37 persen dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang turun 2,05 persen.
Sementara itu, sektor teknologi menjadi sektor dengan penguatan terbesar pada sesi pertama setelah naik 4,30 persen.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco
Posisi berikutnya ditempati sektor keuangan yang menguat 3,34 persen dan sektor transportasi yang naik 3,18 persen.
Sentimen positif juga terlihat dari pergerakan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda menguat 0,41 persen ke level Rp17.975 per dolar Amerika Serikat (AS).
Di sisi lain, mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona merah. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,11 persen, Nikkei 225 Jepang melemah 2,11 persen, dan Shanghai Composite China terkoreksi 0,58 persen.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Pengusaha Logistik Curhat Harga BBM Naik: Tambahan Biaya Makin Menekan
-
Harga Minyak Kembali Meroket! Serangan AS ke Iran Bikin Harga BBM Makin Mahal
-
Efek Domino BBM Naik, Harga Komoditas Pangan Langsung Terbang 10 Persen Lebih
-
BBM Naik-Rupiah Jebol, Warga: Sekarang Belanja Cuma Dapat Sayur dan Bumbu-bumbuan Saja!
-
Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco
-
Pertamax Melonjak, SPBU Swasta Ikut Kerek Naik Harga BBM Hingga Tembus Rp17.000 per Liter
-
Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan
-
Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital
-
Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia
-
Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI