- Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong mahasiswa IPB menjadi aktivis ekspor melalui program Campuspreneur pada Jumat, 12 Juni 2026.
- Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan 19 perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan ekspor serta akses penghubung ke pembeli internasional.
- Mahasiswa diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi agregator produk UMKM untuk menembus pasar perdagangan global secara luas.
Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mendorong mahasiswa Indonesia tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi kampus, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang mampu menembus pasar global.
Pria yang akrab disapa Busan itu bahkan memperkenalkan istilah "aktivis ekspor" untuk menggambarkan generasi muda yang aktif membangun bisnis dan memanfaatkan berbagai peluang perdagangan internasional yang telah dibuka pemerintah.
Hal itu disampaikan Busan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Campuspreneur di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (12/6/2026).
Menurut Busan, pemerintah saat ini tengah memperluas program Campuspreneur yang bertujuan mencetak lebih banyak eksportir dari kalangan mahasiswa.
Ia mengungkapkan Kementerian Perdagangan telah bekerja sama dengan 19 perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan ekspor hingga mempertemukan mahasiswa dengan calon pembeli dari luar negeri.
"Kita pengin anak-anak kita, para mahasiswa itu nanti kalau lulus langsung jadi pengusaha, jadi entrepreneur," kata Busan melalui akun Youtube Kemendag.
Ia menilai pola pikir mahasiswa yang hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah lulus perlu mulai diubah. Sebab, dunia usaha pada dasarnya dibangun untuk menghasilkan keuntungan, bukan semata-mata menampung tenaga kerja.
"Tadi Mas Fiki bilang jangan lulus sibuk mencari pekerjaan, Pak. Tapi bisa menciptakan pekerjaan untuk lingkungan kita dan untuk diri kita sendiri," ujarnya.
Busan mengatakan mahasiswa harus mulai membangun jiwa kewirausahaan sejak berada di bangku kuliah agar mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Karena itu, ia berharap program Campuspreneur dapat didukung lebih luas oleh dunia pendidikan tinggi, termasuk melalui integrasi ke dalam kegiatan akademik di kampus.
Baca Juga: Gerai Alfamart Tutup Massal di Lombok Tengah, Mendag Tunjuk Daerah jadi Biang Kerok
"Saya pikir kalau nanti Pak Menteri ada program, sehingga Adik-Adik ini bisa semacam mata kuliah. Kalau Pak Rektor tadi bilang Adik-Adik bisa jadi mata kuliah nanti ada SKS tertentu," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Busan juga menanggapi pandangan bahwa mahasiswa harus menjadi aktivis. Namun menurutnya, aktivisme yang dibutuhkan saat ini adalah aktivitas yang mampu menghasilkan dampak ekonomi nyata.
"Dan tadi Pak Rektor juga menginginkan anak-anak kita itu jadi aktivis Pak. Jadi aktivis, semua harus jadi aktivis, tapi aktivis ekspor," ungkapnya.
Busan menilai peluang ekspor bagi generasi muda kini semakin terbuka karena pemerintah terus menyelesaikan berbagai perjanjian dagang dengan negara-negara mitra.
Selain itu, Kementerian Perdagangan juga memiliki jaringan 46 perwakilan perdagangan di 33 negara yang siap membantu pelaku usaha nasional mencari pembeli di luar negeri.
Menurut dia, mahasiswa yang belum memiliki pabrik atau produk sendiri tetap bisa terlibat dalam kegiatan ekspor dengan menjadi agregator produk UMKM.
Berita Terkait
-
Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita
-
Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian