- Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan Amerika Serikat merupakan penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia senilai 18,11 miliar dolar AS.
- Pemerintah Indonesia berkomitmen mengamankan pasar Amerika Serikat di tengah ketidakpastian ekonomi global serta dinamika kebijakan tarif internasional saat ini.
- Pemerintah menargetkan perluasan akses pasar ekspor melalui perjanjian IEU-CEPA yang rencananya mulai berlaku secara resmi awal tahun depan.
Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mengungkapkan Amerika Serikat masih menjadi pasar ekspor paling penting bagi Indonesia. Bahkan, negeri Paman Sam tercatat sebagai penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia dibandingkan negara lain di dunia.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat hingga konflik di Timur Tengah, Budi menegaskan pemerintah tetap optimistis terhadap kinerja ekspor nasional.
"Ekspor kita Januari-April ini meningkat 5,6 milyar USD. Dan ini bulan berturut-turut kita surplus," kata Budi Santoso saat menghadiri acara Campuspreneur di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang disiarkan melalui akun youtube Kemendag, Jumat (12/6/2026).
Menurut Busan, besarnya kontribusi pasar Amerika menjadi alasan pemerintah terus berupaya menjaga hubungan dagang dengan negara tersebut. Sebab, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat mencapai puluhan miliar dolar AS setiap tahun.
"Ekspor kita ke Amerika itu jumlahnya 30,9 miliar US Dollar. Surplus kita itu 18,11 miliar US Dollar. Surplus terbesar kita ke dunia itu ya ke Amerika. Surplus kita nomor 1 itu ke Amerika," ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah Amerika Serikat, negara penyumbang surplus perdagangan terbesar berikutnya bagi Indonesia adalah India, Filipina, Belanda, dan Vietnam.
"Nomor 2 baru ke India, ke Filipina, ke Belanda, dan ke Vietnam," kata Budi.
Karena itu, pemerintah menilai pasar Amerika Serikat harus tetap diamankan di tengah berbagai dinamika perdagangan internasional yang terjadi saat ini.
"Jadi kita harus mengamankan tadi, Amerika," ucapnya.
Baca Juga: Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
Meski belum memiliki perjanjian perdagangan komprehensif, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat terus menunjukkan tren peningkatan. Kondisi itu menjadi salah satu alasan pemerintah tetap berupaya mempertahankan akses pasar ke negara tersebut.
"Padahal justru ekspor kita naik terus ke Amerika. Nah, itu salah satu kenapa kemudian kita tetap mempertahankan pasar kita di Amerika," ujar Budi.
Selain Amerika Serikat, pemerintah juga tengah memperluas akses pasar melalui sejumlah perjanjian dagang dengan negara dan kawasan lain. Salah satunya adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah ditandatangani dan ditargetkan mulai berlaku pada awal tahun depan.
Budi mengatakan perjanjian tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi produk Indonesia karena banyak komoditas ekspor yang akan menikmati tarif masuk nol persen ke pasar Uni Eropa.
"Mudah-mudahan awal tahun depan sudah berjalan, banyak produk kita yang 0 persen ke sana," katanya.
Berita Terkait
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia
-
Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya
-
PT PMM Sebut TNI AL Bertindak Arogan Buka 15 Kontainer, Sengketa Ekspor Tambang Makin Memanas
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Menteri Perdagangan di Talk Show JMFW: Kolaborasi Dengan E-commerce Jadi Kunci Perluas Pasar UMKM
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II
-
Kepala BGN: MBG Bukan Makan Enak Gratis!
-
Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan
-
Berduka Atas Bentrokan di Matraman, Pramono Anung Minta Warga Tak Terpancing Disinformasi
-
Febrie Adriansyah Dituding Miliki Aset Kripto
-
Persija Jakarta Buka Suara Terkait Isu Pendaftaran IPO di Bursa Efek Indonesia
-
30 Tahun Kudatuli, Megawati: Republik Ini Dibangun dengan Air Mata, Darah dan Keringat!
-
Ramai Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Pilih Bungkam soal Kematian Sutrimo
-
Spekulasi Perry Warjiyo Mundur karena Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
-
Juminten Edan Nantang Rumus Lama Horor Indonesia yang Bergantung pada Gore