- PT Hero Global Investment Tbk menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2,795 miliar dalam RUPST pada 11 Juni 2026.
- Dividen sebesar Rp0,43 per saham tersebut setara dengan 16 persen laba bersih perusahaan tahun buku 2025.
- Sisa laba bersih digunakan untuk memperkuat permodalan serta mendukung pengembangan proyek energi baru terbarukan di Indonesia.
Suara.com - PT Hero Global Investment Tbk (HGII) memutuskan membagikan dividen tunai senilai Rp2,795 miliar kepada pemegang saham setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda utama RUPST HGII yang digelar pada 11 Juni 2026, sekaligus mencerminkan kinerja positif perusahaan di sektor energi baru dan terbarukan (EBT).
Dalam RUPST HGII, para pemegang saham menyetujui seluruh mata acara yang diajukan Direksi dan Dewan Komisaris.
Salah satu keputusan penting adalah penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, termasuk pembagian dividen tunai sebesar Rp0,43 per saham dengan total nilai Rp2,795 miliar.
Nilai tersebut setara dengan 16 persen dari laba bersih Perseroan sepanjang tahun 2025, sementara sisa laba akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan bisnis energi terbarukan HGII.
Direktur Utama HGII, Robin Sunyoto, mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan yang terus diberikan kepada Perseroan.
“Perseroan mengapresiasi kepercayaan dan dukungan seluruh pemegang saham. Persetujuan pembagian dividen pada tahun ini merupakan cerminan kinerja Perseroan yang solid serta keyakinan terhadap prospek usaha ke depan," ujar Robin dalam siaran pers yang diterima, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, Perseroan akan terus berupaya menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Saat ini, HGII mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Parmonangan-1 berkapasitas 9 MW dan PLTM Parmonangan-2 berkapasitas 10 MW di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Baca Juga: Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
Kedua pembangkit tersebut telah beroperasi penuh di bawah skema Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero).
Selain itu, Perseroan juga memiliki kepemilikan saham minoritas pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Ujung Batu di Riau yang memiliki kapasitas 3 MW.
Sebagai perusahaan yang telah lebih dari satu dekade berkecimpung dalam pengoperasian pembangkit listrik tenaga minihidro di Sumatera Utara, HGII menilai memiliki keunggulan komparatif untuk mendukung pengembangan energi bersih nasional.
“Energi hidro adalah segmen yang kami kuasai secara mendalam, dari sisi teknis, operasional, hingga kemitraan dengan PLN. RUPTL 2025–2034 membuka ruang yang sangat besar bagi HGII untuk tumbuh bersama kebutuhan energi bersih nasional,” kata Robin.
Untuk mendukung strategi pertumbuhan, Perseroan saat ini tengah mengikuti proses lelang proyek PLTM di Sumatera Utara dan proyek pembangkit listrik tenaga bioenergi di Kalimantan Barat.
Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari upaya HGII memperluas portofolio investasi di sektor EBT sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
Sejalan dengan strategi jangka panjang, HGII terus membangun pipeline proyek secara disiplin dan selektif.
Perseroan menegaskan, setiap peluang investasi maupun proyek lelang energi terbarukan dievaluasi secara menyeluruh guna memastikan kesesuaiannya dengan strategi bisnis perusahaan, sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham dan mendukung pertumbuhan sektor energi baru terbarukan Indonesia.
Berita Terkait
-
PGN Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 80%, RUPST Setujui Dividen US$ 172,29 Juta
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya
-
Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float
-
Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Dana Pihak Ketiga Melonjak, Efisiensi Biaya Bikin BRI Makin Perkasa
-
Rektor UMY: URI Bisa Picu Perebutan Dosen dan Gerus Anggaran Pendidikan
-
Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat
-
Manfaatkan Kepercayaan Majikan, ART di Solo Diduga Curi Uang dan Perhiasan
-
5 Sunscreen Anti Aging Terbaik untuk Mencegah Kerutan di Usia 30-an sesuai Review dan Harga
-
Febri Diansyah Sebut Penahanan Eks Jampidsus Tak Sah, Bakal Ajukan Praperadilan?
-
Dinamika Pasar Aset Kripto Warnai Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) pada Kuartal II-2026
-
Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
-
DPR Dukung Putusan MK, Anggaran MBG Tak Boleh Ambil Jatah Pendidikan
-
Kendal Tornado FC Tambah Amunisi, Birrul Walidain dan Andre Oktaviansyah Resmi Bergabung