Bisnis / Keuangan
Kamis, 21 Mei 2026 | 19:49 WIB
Emiten CRSN membidikan kenaikan pendapatan pada tahun 2026. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • PT Carsurin Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp 618,16 miliar pada tahun 2026 melalui fokus bisnis ekonomi hijau berkelanjutan.
  • Perseroan memproyeksikan peningkatan laba bersih menjadi Rp 17,52 miliar serta perbaikan rasio utang menjadi 0,30 kali pada 2026.
  • Strategi pertumbuhan dilakukan melalui ekspansi laboratorium di wilayah strategis dan pengembangan layanan verifikasi emisi serta teknologi digital pertambangan.

Suara.com - PT Carsurin Tbk (CRSN) emiten pengujian dan inspeksi membidik target pendapatan naik 22,42 persen menjadi Rp 618,16 miliar. pada tahun 2026.

Untuk mencapai target itu, CRSN arah strategis bisnis perusahaan yang akan difokuskan pada transformasi ekonomi hijau dan pertumbuhan industri berkelanjutan.

Pada tahun 2025, CARSURIN membukukan pendapatan sebesar Rp 504,96 miliar. Kontribusi terbesar masih berasal dari layanan inspeksi dan pengujian yang menjadi bisnis inti perseroan.

Perseroan juga memproyeksikan peningkatan profitabilitas pada tahun 2026, dengan proyeksi EBITDA sebesar Rp 91,20 miliar dan laba bersih sebesar Rp 17,52 miliar.

Jajaran Komisaris dan Direksi PT Carsurin Tbk. (CRSN) dalam RUPSLB. [Dokumentasi CRSN].

Selain itu, rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) diperkirakan membaik dari 0,68 kali pada 2025 menjadi 0,30x pada 2026.

Direktur Utama CRSN, Erwin Manurung mengatakan, perseroan melihat peluang pertumbuhan besar seiring meningkatnya kebutuhan layanan keberlanjutan dan transformasi industri.

"Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang sangat besar seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan keberlanjutan, verifikasi emisi, ekosistem kendaraan listrik, pengujian mineral strategis, serta transformasi digital di berbagai sektor industri. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar," ujarnya dalam paparan pubik yang dikutip, Kamis (21/5/2026).

CRSN juga memperluas layanan di bidang sertifikasi Gas Rumah Kaca (GRK), perdagangan karbon, pengujian baterai kendaraan listrik, verifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), hingga pengujian bijih nikel untuk mendukung rantai pasok industri EV nasional.

Tak hanya itu, perseroan juga memperkuat transformasi digital melalui pengembangan solusi drone otonom dan analitik berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk sektor pertambangan.

Baca Juga: Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Dari sisi operasional, CSRN kini memiliki 21 cabang dan 18 laboratorium di berbagai wilayah strategis Indonesia. Perseroan juga sedang mengembangkan fasilitas baru di Halmahera Sofifi, Morowali, serta membangun kantor dan laboratorium mineral di Pontianak guna mendukung peningkatan kapasitas sektor mineral dan nikel.

Perseroan menegaskan bahwa strategi pertumbuhan perusahaan akan tetap selaras dengan prioritas pembangunan nasional, terutama pada sektor ekonomi hijau, ekonomi biru, dan transisi energi.

Load More