- PT Mark Dynamics Indonesia Tbk resmi menetapkan pembagian total dividen sebesar Rp90 per saham bagi para pemegang sahamnya.
- Total pembayaran dividen senilai Rp342 miliar tersebut akan disalurkan kepada investor pada tanggal 10 Juni 2026 mendatang.
- Perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 20 persen di tahun 2026 melalui efisiensi operasional dan optimalisasi pasar ekspor.
Suara.com - Emiten produsen cetakan sarung tangan medis terkemuka, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), resmi mengumumkan pembagian dividen dengan total nilai Rp90 per saham.
Keputusan untuk membagikan dividen saham tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), sebagai bentuk apresiasi perseroan atas loyalitas para pemegang saham serta mencerminkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025.
Langkah korporasi ini mencatatkan total pembayaran dividen mencapai Rp342 miliar atau setara dengan dividend payout ratio sekitar 120 persen dari laba bersih tahun berjalan.
Besaran rasio yang melampaui angka 100 persen ini dimungkinkan karena perseroan memanfaatkan akumulasi saldo laba ditahan hingga tahun buku 2024, sehingga saham MARK diprediksi akan tetap menjadi pilihan utama bagi para investor yang mengincar imbal hasil (yield) tinggi di bursa domestik.
Direktur MARK, Ridwan, menjelaskan bahwa dari total dividen Rp90 per saham tersebut, sebesar Rp40 per saham telah dibayarkan sebelumnya sebagai dividen interim tahap pertama dan kedua pada tahun 2025.
Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan diterima pemegang saham adalah sebesar Rp30 per saham, ditambah dengan dividen ekstra dari laba ditahan sebesar Rp20 per saham.
Berdasarkan jadwal yang dirilis, periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 19 Mei 2026.
Sementara itu, untuk pasar tunai, cum dividen dijadwalkan pada 21 Mei 2026, dengan proses pembayaran dividen tunai secara keseluruhan yang akan dilaksanakan pada 10 Juni 2026.
“Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio yang tinggi sebagai bentuk komitmen kami kepada pemegang saham. Di saat yang sama, kondisi fundamental dan arus kas perseroan tetap sehat sehingga masih memberikan ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi usaha ke depan,” ujar Ridwan dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar
Selain kebijakan dividen, MARK juga menunjukkan resiliensi bisnis yang kuat di mana lebih dari 80 persen penjualannya merupakan pasar ekspor dengan denominasi dolar AS.
Hal ini memberikan keuntungan berupa natural hedge terhadap fluktuasi nilai tukar. Untuk tahun 2026, perseroan bahkan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 20 persen yang didorong oleh efisiensi operasional dan optimalisasi kapasitas produksi.
Optimisme ini juga diperkuat oleh sentimen positif di industri sarung tangan global yang kembali meningkat menyusul kekhawatiran terhadap penyebaran hantavirus.
Kondisi ini diprediksi akan memicu lonjakan permintaan alat pelindung diri (APD), yang secara otomatis akan meningkatkan kebutuhan terhadap produk cetakan sarung tangan milik perseroan.
Secara historis, peningkatan kewaspadaan global terhadap wabah virus selalu diikuti oleh kenaikan permintaan sarung tangan medis, sehingga prospek bisnis MARK di masa depan dinilai sangat potensial.
Penguasaan pasar ekspor yang dominan serta basis pelanggan internasional yang kuat, perseroan berada dalam posisi strategis untuk memimpin pertumbuhan di tengah dinamika industri sarung tangan global dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
2 Cara Tukar Uang Rusak di Bank, Bisa Datang Langsung atau Lewat Aplikasi
-
Aturan Baru Komisi Ojol Resmi Berlaku, Penumpang Siap-siap Bayar Lebih Mahal
-
Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
-
Komisi Ojol 8 Persen Bikin Prospek GOTO Suram, Target Harga Saham Dipangkas
-
Isu BEI Bakal Rombak Total Aturan FCA, 3 Kriteria Ini Bakal Dihapus!
-
"Ini Bukan Keputusan yang Mudah" Akankah Tokopedia Bakal Senasib dengan Bukalapak?
-
IHSG Terbang ke Level 5.886 di Sesi I, BBCA dan ISAT Pendorongnya
-
Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan
-
Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?
-
2 Kategori Penjual Shopee yang Bakal Kena Pajak 0,5% Mulai Agustus 2026