- DIGI kantongi 6 strategi baru untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis.
- Aura Research dan layanan AI jadi motor ekspansi baru Perseroan.
- Belanja iklan digital dan kolaborasi global dorong optimisme DIGI.
Suara.com - PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) semakin percaya diri menghadapi prospek bisnis ke depan. Di tengah dinamika industri media digital yang terus berubah, perusahaan mengungkapkan enam faktor utama yang diyakini bakal menjadi mesin pertumbuhan baru dan mendorong kenaikan kinerja secara signifikan.
Optimisme itu disampaikan Direktur Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Suwarjono, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Kimaya, Slipi, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Kepercayaan diri manajemen bukan tanpa alasan. DIGI baru saja membukukan laba bersih Rp 1,763 miliar sepanjang 2025, naik 45,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,215 miliar.
Menurut Suwarjono, capaian tersebut menunjukkan model bisnis perusahaan tetap tangguh meski industri media menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan terhadap pendapatan.
"Selain itu, ada setidaknya enam faktor yang membuat manajemen optimistis bisnis Perseroan akan naik signifikan," ujar Suwarjono.
Faktor pertama adalah pengembangan program-program baru berbasis ekosistem media, komunitas, dan media sosial. DIGI saat ini semakin aktif menggandeng berbagai pihak, mulai dari komunitas, lembaga swasta, pemerintah hingga sponsor untuk menggelar workshop, festival, event, dan berbagai kegiatan lainnya.
Kedua, meningkatnya kerja sama dengan platform digital global seperti Google, Meta, platform artificial intelligence (AI), hingga mesin pencari yang dinilai kembali menunjukkan tren positif.
Ketiga, kenaikan anggaran belanja iklan media yang masih terus tumbuh. Menurut manajemen, pertumbuhan belanja iklan tersebut membuka peluang lebih besar bagi perusahaan media untuk meningkatkan pendapatan, baik melalui kanal media konvensional maupun media sosial.
Keempat, pengembangan layanan terbaru Aura Research yang mengandalkan teknologi AI dan analisis data. Produk yang resmi diluncurkan pada Maret 2026 itu dirancang untuk membantu kebutuhan riset, pemetaan isu, hingga penyusunan strategi berbasis data.
Baca Juga: Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
"Aura ini dapat digunakan baik oleh internal perusahaan maupun pihak eksternal, termasuk mitra dan klien yang membutuhkan layanan riset dan solusi strategis berbasis data," kata Suwarjono.
Faktor kelima adalah penguatan bisnis media sosial berbasis jaringan media lokal, influencer, hingga content creator. Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang pertumbuhan konsumsi konten digital yang semakin besar di berbagai platform.
Sementara faktor keenam adalah pengembangan dan orkestrasi komunitas yang telah dibangun perusahaan. Komunitas tersebut mencakup content creator, influencer, key opinion leader (KOL), media lokal, UMKM, kampus, mahasiswa, hingga berbagai komunitas dengan segmentasi khusus.
Tak berhenti di situ, DIGI juga tengah menyiapkan layanan bisnis baru berbasis AI melalui teknologi Generative Engine Optimization (GEO). Teknologi ini dikembangkan sebagai evolusi dari Search Engine Optimization (SEO), dengan fokus pada optimalisasi hasil pencarian berbasis kecerdasan buatan.
Layanan tersebut nantinya memungkinkan klien mendapatkan hasil konten yang lebih relevan melalui proses prompting AI sesuai kebutuhan dan tujuan bisnis masing-masing.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, manajemen meyakini DIGI memiliki ruang pertumbuhan yang masih terbuka lebar, terutama di tengah meningkatnya penggunaan AI, pertumbuhan ekonomi kreatif digital, serta tren belanja iklan yang terus bergerak ke platform digital.
"Kami optimistis peluang ini dapat dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan," tutup Suwarjono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian