Bisnis / Keuangan
Senin, 15 Juni 2026 | 16:27 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 17.708 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, 15 Juni 2026.
  • Penguatan rupiah didorong oleh sentimen positif harapan perdamaian antara Amerika Serikat dengan Iran di Timur Tengah.
  • Peningkatan nilai mata uang nasional memicu masuknya aliran dana asing ke pasar ekuitas domestik secara berkelanjutan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga penutupan perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Bahkan, mata uang Garuda paling kuat diantara mata uang di Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 17.708 per dolar AS atau menguat 152 poin atau 0,85 persen dari pekan sebelumnya yang ada di Rp 17.860 per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat dengan adanya sentimen positif pernyataan Trump yang akan berdamai dengan Iran.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Rupiah menguat di tengah sentimen pasar yang semakin optimis kuat oleh harapan damai di Timur Tengah," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Lukman menambahkan, lonjakan mata uang Garuda juga disebabkan oleh dolar AS yang turun. Apalagi, penguatan rupiah akan berlangsung lama jika faktor global mulai mereda.

"Sentimen ini juga mendorong mulai masuknya dana asing ke pasar ekuitas domestik. Penguatan ini diperkirakan masih akan berkelanjutan," imbuhnya.

Selain rupiah, mata uang Asia lainnya juga menguat. Salah satunya rupee India yang mencatatkan kinerja positif naik 0,54 persen.

Diikuti peso Filipina terkerek 53 persen, lalu baht Thailand yang menguat 0,47 persen.

Disusul won Korea Selatan yang naik 0,23 persen, ada ringgit Malaysia juga menguat 0,19 persen. Mata uang yen Jepang dan yuan China juga menguat 0,07 persen.

Baca Juga: IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong

Load More