- Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.865 per dolar AS pada 12 Juni 2026 dibandingkan pekan sebelumnya.
- Bank Indonesia menerapkan bauran kebijakan moneter yang berhasil menarik aliran modal asing masuk ke instrumen keuangan domestik.
- Kerja sama keuangan dengan bank sentral Tiongkok dan Hong Kong memperkuat stabilitas serta mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan penyebab rupiah menguat. Pasalnya, nilai tukar rupiah pada hari Jumat 12 Juni 2026 berada pada level Rp 17.865/75 per dolar AS atau menguat sebesar 0,84 persen.
Angka ini menguat dibandingkan penutupan tgl 5 Juni 2026 di level Rp 18.010/20 per dolar AS. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan angka ini mencerminkan respons positif pasar terhadap bauran kebijakan Bank Indonesia.
"Kebijakan tersebut meliputi kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen penguatan struktur suku bunga SRBI, pemberian insentif hedging swap bagi investor asing, pembukaan akses repo untuk mendukung likuiditas perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing," katanya dalam jawaban tertulis yang diterima, Senin (15/6/2026).
Dia mengatakan, pasca-kenaikan BI Rate, aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik.
Tingginya minat investor global tecermin dari peningkatan inflows transaksi SRBI nonresiden dan SBN yang pada tanggal 10 dan 11 Juni 2026 masing-masing tercatat sebesar Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun.
"Aliran masuk modal asing juga terjadi pada obligasi internasional Danantara yang penjualan perdananya berhasil mencapai Rp26,9 triliun. Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik," bebernya.
Dia menambahkan, ketahanan eksternal semakin diperkuat melalui kerja sama keuangan antara Bank Indonesia, People's Bank of China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA).
Terdapat tiga kesepakatan yang dihasilkan, yaitu sinergi memperkuat tidak hanya ketahanan keuangan masing-masing negara melainkan stabilitas keuangan yang regional yang lebih luas, penguatan Bilateral Currency Swap Agrrement (BCSA), serta penguatan komitmen penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui perluasan Local Currency Transaction (LCT).
"Langkah tersebut akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," jelasnya.
Baca Juga: Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
Bank Indonesia akan terus hadir di pasar, mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan secara konsisten dan terukur.
Serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
"Dengan berbagai perkembangan diatas, diyakini rupiah akan terus menguat terhadap dolar AS menuju ke level fundamentalnya," tandasnya.
Berita Terkait
-
Survei Konsumen BI Laporkan Indeks Keyakinan Konsumen Menurun di Mei 2026
-
Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Viral Anggota DPRD Sindir Demo, Kekayaannya Disorot Netizen: LHKPN Hanya 99 Juta!
-
Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?
-
Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply
-
IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham yang Cuan untuk Diserok
-
Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur