Bisnis / Keuangan
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB
Ilustrasi wine. (Freepik)
Baca 10 detik
  • PT Hatten Bali Tbk mencatatkan laba bersih Rp40 miliar dan pendapatan Rp286 miliar selama tahun buku 2025.
  • Manajemen menggelar RUPST di Denpasar untuk mengesahkan laporan keuangan serta pembagian dividen sebesar Rp3,5 per saham.
  • Perseroan menargetkan pertumbuhan lima persen pada 2026 melalui ekspansi gerai di Jakarta serta peluncuran produk premium baru.

Untuk 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar lima persen. Target tersebut akan didukung oleh sejumlah inisiatif strategis, mulai dari perluasan jangkauan geografis, penguatan portofolio merek, hingga peningkatan hubungan dengan pelanggan.

Ilustrasi wine (Hermes Rivera/Unsplash)

Salah satu langkah ekspansi yang menjadi fokus utama adalah pembukaan Cellardoor pertama di Jakarta yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Juni 2026.

Kehadiran fasilitas tersebut akan menjadi kanal direct-to-consumer pertama WINE di luar Bali dan diharapkan mampu meningkatkan visibilitas merek di pasar konsumen Jakarta.

Selain itu, perseroan juga menyiapkan peluncuran sejumlah merek premium baru, antara lain Avara dan Ekko.

Menariknya, kedua produk tersebut telah meraih berbagai penghargaan internasional dalam ajang AWC Vienna 2025 sebelum resmi dipasarkan.

Perseroan optimistis peluncuran produk baru tersebut akan memperkuat posisi premium merek WINE sekaligus memperluas basis konsumennya.

Di sisi distribusi, WINE kini melayani lebih dari 1.500 restoran, lebih dari 900 hotel, ratusan gerai ritel, serta jaringan subdistributor yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Jaringan distribusi yang luas ini diyakini menjadi fondasi penting bagi ekspansi bisnis di luar Bali dan mendukung ambisi perseroan menjadi merek wine lokal terkemuka di Indonesia.

Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan manajemen.

Baca Juga: Emiten HGII Tebar Dividen Buat Pemegang Saham, Berapa Besarannya?

Agenda tersebut mencakup pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun buku 2026, serta penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.

Terkait penggunaan laba bersih tahun buku 2025, perseroan menetapkan dividen tunai sebesar Rp9,485 miliar atau setara Rp3,5 per saham.

Ilustrasi saham. (Pexels/energepic.com)

Nilai tersebut mencerminkan 24 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp39,52 miliar. Sementara itu, sebesar 76 persen atau Rp30,04 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan.

Berdasarkan harga penutupan saham WINE di level Rp146 per saham, dividen yang dibagikan tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 2,4 persen.

Load More