- IHSG mencapai titik terendah pada 8 Juni 2026 setelah mengalami koreksi sedalam 41,72 persen sejak awal tahun.
- Henan Putihrai Sekuritas menyatakan fase penurunan telah berakhir karena IHSG melonjak 10,9 persen pasca menyentuh level 5.324.
- Pemulihan pasar kini bergantung pada stabilisasi nilai tukar rupiah, aliran modal asing, serta keputusan kebijakan Bank Indonesia.
Suara.com - Pasar saham Indonesia telah melewati fase penurunan terdalam atau descend, setelah mengalami koreksi hingga lebih dari 40 persen dari level tertingginya pada awal tahun. Kini investor mulai menantikan fase pemulihan berikutnya.
Dalam riset terbarunya, Henan Putihrai Sekuritas menyebut berdasarkan data per 15 Juni 2026, siklus koreksi kedelapan IHSG telah mencapai titik terendah (trough) pada 8 Juni 2026 di level 5.324.
Setelah menyentuh level tersebut, IHSG langsung memantul 10,9 persen menjadi 5.902 hanya dalam dua hari perdagangan. Menurut Henan, lonjakan tersebut menjadi sinyal bahwa fase penurunan telah berakhir.
"Berdasarkan data per 15 Juni 2026, Siklus 8 memasuki puncaknya pada 20 Januari 2026 di level 9.134, lalu mengalami Fase Descend selama 4,6 bulan dengan drawdown maksimum 41,72 persen," tulis Henan dalam risetnya seperti dikutip Rabu (17/6/2026).
Henan mencatat koreksi sebesar 41,72 persen menjadikan siklus saat ini sebagai penurunan terdalam ketiga dalam sejarah modern pasar modal Indonesia setelah krisis keuangan global 2008 dan sedikit lebih dalam dibandingkan masa pandemi Covid-19.
Empat Fase Pergerakan Pasar
Dalam kajiannya, Henan membagi siklus pergerakan pasar menjadi empat fase, yakni Descend, Trough, Normalization dan Recovery.
Fase Descend merupakan periode penurunan dari puncak hingga titik terendah. Setelah itu pasar memasuki fase Trough atau pembentukan dasar sebelum beranjak ke fase Normalization, yakni pemulihan menuju 50 persen dari jarak penurunan sebelumnya.
Adapun fase terakhir adalah Recovery ketika IHSG kembali menyentuh level puncak sebelumnya.
Baca Juga: MBMA Rombak Direksi, Eks GoTo hingga Veteran Tambang Masuk Jajaran Pimpinan
Berdasarkan pengalaman tujuh siklus koreksi besar sejak tahun 2000, Henan menyebut seluruh siklus tersebut pada akhirnya berakhir dengan pola yang sama, yakni IHSG berhasil kembali ke level tertinggi sebelumnya dan mencetak rekor baru.
Meski demikian, Henan menilai siklus kali ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Salah satu faktor yang membedakan adalah kebijakan Bank Indonesia yang justru menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin di tengah koreksi pasar demi menjaga stabilitas rupiah.
"Fase Descend Siklus 8 memiliki satu keunikan yang secara historis belum pernah ada: Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga di tengah koreksi sebesar 50 basis poin," tulis Henan.
Karena itu, katalis pemulihan kali ini tidak lagi bertumpu pada pelonggaran moneter seperti siklus-siklus sebelumnya, melainkan pada faktor lain seperti stabilisasi nilai tukar rupiah dan kembalinya aliran modal asing.
Henan juga menyoroti keputusan MSCI yang akan diumumkan pada 18 Juni 2026 sebagai faktor terpenting yang akan menentukan arah pasar ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak
-
Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak