Bisnis / Keuangan
Rabu, 17 Juni 2026 | 07:58 WIB
IHSG diproyeksi mulai bangkit setelah masuk fase terburu. [Antara]
Baca 10 detik
  • IHSG mencapai titik terendah pada 8 Juni 2026 setelah mengalami koreksi sedalam 41,72 persen sejak awal tahun.
  • Henan Putihrai Sekuritas menyatakan fase penurunan telah berakhir karena IHSG melonjak 10,9 persen pasca menyentuh level 5.324.
  • Pemulihan pasar kini bergantung pada stabilisasi nilai tukar rupiah, aliran modal asing, serta keputusan kebijakan Bank Indonesia.

Menurut perusahaan sekuritas tersebut, dengan fase penurunan yang sudah selesai, fokus investor seharusnya tidak lagi pada seberapa dalam IHSG akan turun, melainkan pada bagaimana pasar bergerak setelah fase koreksi berakhir.

"Pertanyaan yang relevan bukan lagi tentang seberapa jauh pasar bisa turun. Pertanyaan yang relevan adalah tentang apa yang biasanya terjadi setelah sebuah fase penurunan berakhir," tulis Henan.

Henan memperkirakan target teknikal fase Normalization berada di level 7.229,42. Dari posisi pembukaan IHSG pada 15 Juni 2026 sebesar 6.118,72, masih dibutuhkan kenaikan sekitar 18,2 persen untuk mencapai level tersebut.

Meski peluang pemulihan mulai terbuka, investor tetap diminta mencermati sejumlah indikator utama, mulai dari keputusan MSCI, stabilisasi rupiah menuju kisaran Rp15.000-Rp16.000 per dolar AS, hingga arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More