Bisnis / Keuangan
Kamis, 18 Juni 2026 | 07:39 WIB
Meski diprediksi melemah, beberapa saham masih layak dibidik untukb berinvestasi. [Antara].
Baca 10 detik
  • IHSG melemah pada perdagangan Rabu karena investor menanti keputusan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia.
  • Pasar modal Indonesia dalam posisi hati-hati menjelang pengumuman penting dari MSCI dan FTSE pada Juni 2026.
  • Para analis memproyeksikan IHSG cenderung melemah serta merekomendasikan sejumlah saham pilihan bagi investor untuk dicermati hari ini.

Suara.com - Pasar saham Indonesia masih dibayangi sentimen hati-hati para investor, menjelang adanya pengumuman MSCI, terutama peringkat pasar modal Indonesia. Keputusan MSCI itu berpengaruh pada arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan Rabu (17/6/2026), IHSG ditutup melemah 34,23 poin atau 0,55 persen ke level 6.220. Pelemahan terjadi seiring aksi ambil untung investor dan sikap hati-hati pasar menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), hingga pengumuman terkait MSCI dan FTSE.

Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak melemah pada perdagangan hari ini dengan area support di level 6.170 dan resistance 6.400.

IHSG diprediksi bisa melemah kembali. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance 6.170 – 6.400," tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis (18/6/2026).

Sejalan dengan proyeksi tersebut, Pilarmas merekomendasikan tiga saham pilihan yang layak dicermati investor, yakni PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sementara itu, riset Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG berpotensi bergerak sideways cenderung melemah pada rentang 6.100 hingga 6.350.

Menurut Phintraco, investor masih menunggu sejumlah agenda penting seperti hasil RDG BI pada 18 Juni, MSCI Global Market Accessibility Review pada 19 Juni, rebalancing indeks FTSE pada 19 Juni, serta MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

"Secara teknikal, MACD IHSG berlanjut membentuk pelebaran histogram positif. Namun Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought. Sehingga diperkirakan IHSG bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran 6100-6350," tulis Phintraco.

Dalam risetnya, Phintraco merekomendasikan sejumlah saham unggulan yang dapat menjadi perhatian investor, yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

Baca Juga: IHSG Mulai Melemah Kembali Tapi Masih di level 6.200, Saham BBCA Gacor

Di sisi lain, riset BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG berpotensi bergerak melemah terbatas dan cenderung konsolidatif dengan area support 6.071–5.931 serta resistance 6.300–6.350.

Analis CGS International menilai arah pasar dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi oleh keputusan The Fed dan Bank Indonesia. Konsensus pasar memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Adapun saham pilihan dari CGS International untuk perdagangan hari ini adalah PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL).

Daftar saham pilihan analis hari ini:

Pilarmas Sekuritas

  • ESSA
  • JSMR
  • UNTR

Phintraco Sekuritas

  • MAPI
  • MSIN
  • JSMR
  • HEAL
  • ESSA

BRI Danareksa Sekuritas

  • NCKL
  • MDKA
  • SMIL

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More