Bisnis / Energi
Kamis, 18 Juni 2026 | 11:18 WIB
Ilustrasi alat berat dan tambang. [Ist]
Baca 10 detik
  • APWNU rayakan Harlah ke-2, perkuat sinergi ekonomi nasional.
  • Teken MoU dengan 7 mitra untuk investasi dan energi hijau.
  • Luncurkan Hajj TV, NUSA Token, dan program digital 2026.

Suara.com - Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) menandai usia organisasi yang ke-2 dengan menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) bertema "2 Tahun Mengabdi, Sinergi untuk Negeri" di Grand Hyatt Jakarta. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong berbagai program ekonomi yang mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh nasional, pengurus PBNU, pelaku usaha, investor, akademisi, organisasi profesi, hingga mitra strategis APWNU dari berbagai bidang industri.

Sekretaris Jenderal APWNU Joko Suprianto mengatakan selama dua tahun terakhir APWNU berupaya menjadi jembatan kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan program yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

"Dua tahun perjalanan APWNU merupakan bukti bahwa kolaborasi dan gotong royong dapat melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui momentum Harlah ke-2 ini, kami ingin memperkuat sinergi untuk menghadirkan inovasi, investasi, pemberdayaan ekonomi umat, serta mendukung program pembangunan nasional," ujar Joko dalam keterangannya.

Salah satu agenda utama dalam perayaan tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis. Kerja sama ini mencakup pengembangan sektor investasi, energi, media, hingga pemberdayaan masyarakat.

Adapun perusahaan dan mitra yang menandatangani kerja sama dengan APWNU antara lain PT Vgreen Global Charging Station Investment Indonesia, PT Mekar Asta Nusantara, Green Research Investment, PT Titisan Batara Sakti, PT Media Sembilan Bintang Nusantara, PT Nusantara Loka Mandiri, serta H. Slamet.

APWNU menilai kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem investasi nasional, mempercepat pengembangan energi hijau, mendukung transformasi digital, serta membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih luas.

Tak hanya itu, APWNU juga meluncurkan sejumlah program baru untuk tahun 2026. Program tersebut meliputi Hajj TV sebagai media informasi, edukasi, dan dakwah berbasis digital, Perpustakaan Digital APWNU guna meningkatkan akses literasi masyarakat, peluncuran buku inspiratif "Obah Mamah", hingga pengembangan NUSA Token sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital berbasis komunitas.

Peluncuran berbagai program tersebut menjadi sinyal bahwa APWNU mulai memperluas kiprahnya tidak hanya di sektor pertambangan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi digital, literasi, media, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Menurut Joko, Harlah ke-2 APWNU menjadi titik awal untuk memperkuat kemitraan antara dunia usaha, investor, media, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan peluang ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

"Kami optimistis bahwa melalui kolaborasi yang semakin kuat, APWNU dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi nasional, pemberdayaan masyarakat, dan kemajuan Indonesia. Harlah ke-2 ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari langkah yang lebih besar menuju masa depan yang lebih baik," tutupnya.

Load More