- APWNU rayakan Harlah ke-2, perkuat sinergi ekonomi nasional.
- Teken MoU dengan 7 mitra untuk investasi dan energi hijau.
- Luncurkan Hajj TV, NUSA Token, dan program digital 2026.
Suara.com - Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) menandai usia organisasi yang ke-2 dengan menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) bertema "2 Tahun Mengabdi, Sinergi untuk Negeri" di Grand Hyatt Jakarta. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong berbagai program ekonomi yang mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh nasional, pengurus PBNU, pelaku usaha, investor, akademisi, organisasi profesi, hingga mitra strategis APWNU dari berbagai bidang industri.
Sekretaris Jenderal APWNU Joko Suprianto mengatakan selama dua tahun terakhir APWNU berupaya menjadi jembatan kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan program yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
"Dua tahun perjalanan APWNU merupakan bukti bahwa kolaborasi dan gotong royong dapat melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui momentum Harlah ke-2 ini, kami ingin memperkuat sinergi untuk menghadirkan inovasi, investasi, pemberdayaan ekonomi umat, serta mendukung program pembangunan nasional," ujar Joko dalam keterangannya.
Salah satu agenda utama dalam perayaan tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis. Kerja sama ini mencakup pengembangan sektor investasi, energi, media, hingga pemberdayaan masyarakat.
Adapun perusahaan dan mitra yang menandatangani kerja sama dengan APWNU antara lain PT Vgreen Global Charging Station Investment Indonesia, PT Mekar Asta Nusantara, Green Research Investment, PT Titisan Batara Sakti, PT Media Sembilan Bintang Nusantara, PT Nusantara Loka Mandiri, serta H. Slamet.
APWNU menilai kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem investasi nasional, mempercepat pengembangan energi hijau, mendukung transformasi digital, serta membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih luas.
Tak hanya itu, APWNU juga meluncurkan sejumlah program baru untuk tahun 2026. Program tersebut meliputi Hajj TV sebagai media informasi, edukasi, dan dakwah berbasis digital, Perpustakaan Digital APWNU guna meningkatkan akses literasi masyarakat, peluncuran buku inspiratif "Obah Mamah", hingga pengembangan NUSA Token sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital berbasis komunitas.
Peluncuran berbagai program tersebut menjadi sinyal bahwa APWNU mulai memperluas kiprahnya tidak hanya di sektor pertambangan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi digital, literasi, media, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan
Menurut Joko, Harlah ke-2 APWNU menjadi titik awal untuk memperkuat kemitraan antara dunia usaha, investor, media, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan peluang ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
"Kami optimistis bahwa melalui kolaborasi yang semakin kuat, APWNU dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi nasional, pemberdayaan masyarakat, dan kemajuan Indonesia. Harlah ke-2 ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari langkah yang lebih besar menuju masa depan yang lebih baik," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya