- OJK restui Jeffrey Hendrik jadi Dirut BEI periode 2026-2030.
- Pengesahan direksi baru BEI dijadwalkan pada RUPST 29 Juni 2026.
- Susunan lengkap direksi BEI 2026-2030 telah ditetapkan OJK.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan Jeffrey Hendrik akan menjabat sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026-2030. Kepastian tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai nahkoda baru pasar modal Indonesia untuk empat tahun ke depan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi membenarkan bahwa regulator telah menetapkan susunan direksi BEI yang baru.
"Iya benar, sesuai dengan surat OJK yang disampaikan ke direksi BEI," kata Hasan saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).
Meski demikian, Hasan menegaskan pengumuman resmi jajaran direksi baru BEI akan dilakukan setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.
"Nanti diumumkan oleh BEI, sesuai surat OJK tersebut. Untuk pengangkatannya nanti diagendakan dan dilakukan oleh pemegang saham dalam RUPST BEI tanggal 29 Juni 2026," ujarnya.
Penunjukan Jeffrey Hendrik dinilai menjadi langkah penting bagi keberlanjutan pengembangan pasar modal Indonesia yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari peningkatan jumlah investor ritel, penguatan likuiditas perdagangan, hingga pengembangan instrumen investasi baru.
Selain Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama, OJK juga menetapkan sejumlah nama yang akan mengisi posisi strategis di tubuh BEI periode 2026-2030.
Berikut susunan lengkap calon direksi BEI periode 2026-2030:
Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim
Direktur Pengembangan: Iding Pardi
Direktur Keuangan, SDM, dan Umum: Umi Kulsum
Baca Juga: KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok
-
Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!
-
Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?
-
Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih
-
Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol
-
Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI
-
Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029
-
APWNU Gandeng Investor, Siapkan Sejumlah Program Ekonomi Baru
-
Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025
-
Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat