- Luhut peringatkan ancaman ekonomi RI setelah Juli 2026.
- Konflik AS-Iran berisiko mengguncang stabilitas ekonomi nasional.
- Harga minyak turun, tetapi ketidakpastian global masih tinggi.
Suara.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terlena dengan kondisi ekonomi yang saat ini masih terlihat stabil. Menurutnya ancaman nyata ekonomi RI akan terjadi setelah Juli 2026.
Menurut Luhut, situasi global yang semakin tidak menentu berpotensi menjadi ancaman serius bagi ekonomi nasional setelah Juli 2026. Risiko terbesar datang dari memanasnya konflik geopolitik dunia, khususnya jika ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berlanjut.
Peringatan tersebut disampaikan Luhut usai melaporkan perkembangan ekonomi kepada Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia memang masih relatif aman dalam beberapa pekan ke depan, namun awan gelap mulai terlihat di horizon.
"Jadi kami laporkan bahwa sampai Juli ini keadaan kita masih baik. Setelah Juli kita waspadai kalau perang ini masih berlanjut," kata Luhut dalam Indonesia Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
Pernyataan itu menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada perkembangan situasi global yang berada di luar kendali pemerintah. Jika konflik meluas dan mengganggu rantai pasok energi dunia, tekanan terhadap inflasi, nilai tukar rupiah, hingga daya beli masyarakat bisa kembali meningkat.
Meski sempat muncul kabar positif terkait sinyal perdamaian antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak dunia turun, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang. Harga minyak Brent tercatat turun 1,12 persen menjadi US$78,66 per barel, sementara minyak mentah WTI AS melemah 1,28 persen ke level US$75,81 per barel.
Namun, penurunan harga minyak tersebut dinilai belum cukup untuk menghapus kekhawatiran terhadap potensi guncangan ekonomi global. Pasalnya, konflik geopolitik yang berkepanjangan dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan harga energi dan mengguncang pasar keuangan internasional.
Di tengah ancaman tersebut, Luhut menilai Indonesia masih memiliki peluang untuk bergerak lebih cepat dibanding banyak negara lain. Namun syaratnya, seluruh elemen bangsa harus mampu menjaga kekompakan dan mendukung agenda pemerintah.
Ia pun meminta masyarakat memberi ruang kepada Presiden Prabowo untuk mengeksekusi berbagai program prioritas yang telah dirancang. Kendati demikian, peringatan Luhut menjadi sinyal bahwa semester kedua 2026 berpotensi menjadi periode yang jauh lebih menantang bagi ekonomi Indonesia dibanding paruh pertama tahun ini.
Baca Juga: DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat
-
Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal
-
Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata