- PT Data Sinergitama Jaya Tbk memutuskan menahan pembagian dividen tahun buku 2025 untuk mengoptimalkan reinvestasi pengembangan perusahaan.
- Dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat layanan AI dan keamanan siber serta mendukung ekspansi bisnis ke pasar Asia dan Eropa.
- Keputusan strategis tersebut diambil guna memperkuat likuiditas perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global serta dinamika pasar internasional.
Suara.com - Emiten teknologi, PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery memutuskan tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pemegang saham menyetujui laba bersih perusahaan direinvestasikan untuk memperkuat bisnis dan mendukung ekspansi ke pasar internasional.
Manajemen ELIT menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperluas bisnis ke kawasan Asia dan Eropa, seiring meningkatnya kebutuhan layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan siber di tingkat global.
Adapun, dana hasil reinvestasi akan digunakan untuk pengembangan teknologi, ekspansi pasar internasional, serta penguatan layanan berbasis AI dan keamanan siber. Selain itu, keputusan menahan dividen juga dilakukan untuk memperkuat posisi likuiditas perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Alokasi dana tersebut akan diarahkan pada pengembangan teknologi, ekspansi pasar internasional, serta penguatan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber.
Selain itu, keputusan untuk tidak membagikan dividen diambil untuk membangun bantalan likuiditas (cash buffer) di tengah ketidakpastian ekonomi global dan potensi tekanan makroekonomi,
Perseroan menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan operasional dan fleksibilitas bisnis dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan.
Di saat yang sama, Elitery juga terus memperluas jejak bisnis internasional. Setelah membentuk Elitery Global Technology Sdn. Bhd. di Malaysia, perusahaan menjadikan negara tersebut sebagai pijakan awal untuk penetrasi yang lebih luas ke berbagai negara di Asia dan Eropa.
Direktur Utama Elitery, Kresna Adiprawira mengatakan, optimisme perseroan pada 2026 ditopang oleh meningkatnya kebutuhan keamanan informasi global dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.
"Inovasi teknologi, terutama di bidang cybersecurity dan AI, serta ekspansi regional merupakan fokus utama kami di masa depan. Elitery berkomitmen untuk terus bertumbuh sebagai perusahaan teknologi asal Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global, khususnya di kawasan Asia dan Eropa," ujar Kresna Adiprawira seperti dikutip, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%
Dari sisi kinerja, Elitery mencatatkan laba bersih sebesar Rp33,72 miliar pada 2025 atau naik 30,35 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan usaha tercatat Rp462,86 miliar dan laba kotor meningkat 7,69 persen menjadi Rp124,33 miliar.
Perseroan juga membukukan peningkatan margin keuntungan. Gross Profit Margin naik dari 24,14 persen menjadi 26,86 persen, sedangkan EBITDA tumbuh 17,49 persen menjadi Rp68,69 miliar.
Dari sisi neraca, posisi kas dan bank meningkat menjadi Rp41,74 miliar. Total liabilitas turun 4,52 persen menjadi Rp138,65 miliar, sementara ekuitas tumbuh 17,84 persen menjadi Rp158,06 miliar.
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Elitery untuk melanjutkan strategi ekspansi sekaligus memperkuat daya saing di industri teknologi global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki