- MPMRent memulai bisnis penyewaan kendaraan listrik melalui kerja sama strategis dengan Wuling Motors di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
- Perusahaan menyediakan 50 unit Wuling New BinguoEV Lite untuk mendukung layanan mobilitas ramah lingkungan bagi pelanggan sektor korporasi.
- Langkah ini menjadi strategi jangka panjang perusahaan dalam memenuhi prinsip keberlanjutan dan mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi.
Suara.com - Emiten industri otomotif, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), lewat anak usahanya PT Mitra Pinasthika Mustika Rent (MPMRent) memulai bisnis penyewaan kendaraan listrik.
Dalam hal ini, MPMRent yang memperkuat portofolio kendaraan listrik melalui kerja sama strategis dengan Wuling Motors. Kolaborasi tersebut ditandai dengan serah terima awal 50 unit Wuling New BinguoEV Lite yang akan digunakan untuk mendukung layanan mobilitas korporasi.
MPMRent melihat kebutuhan pelanggan tidak lagi hanya berfokus pada aspek efisiensi dan keandalan layanan, tetapi juga pada komitmen terhadap prinsip keberlanjutan dan Environmental, Social, and Governance (ESG). Karena itu, integrasi kendaraan listrik menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab perubahan tren mobilitas modern.
CEO MPMRent Chua Zi Yong mengatakan kerja sama dengan Wuling menjadi langkah penting dalam memperluas layanan mobilitas berkelanjutan bagi pelanggan korporasi.
"Kami bangga menjadikan Wuling New BinguoEV Lite sebagai bagian dari armada kami. Kerja sama ini memperkuat komitmen MPMRent dalam menyediakan solusi mobilitas yang berkelanjutan bagi pelanggan. Ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang kami bersama Wuling untuk membawa Indonesia menuju masa depan transportasi yang lebih hijau," ujarnya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
MPMRent memilih Wuling New BinguoEV Lite karena dinilai memiliki kombinasi efisiensi, fungsionalitas, dan biaya operasional yang sesuai untuk kebutuhan armada perusahaan.
Kendaraan listrik tersebut juga didukung kapasitas kabin dan bagasi yang luas, jarak tempuh yang memadai, serta fitur fast charging yang menunjang produktivitas operasional harian pelanggan korporasi.
Langkah ini melanjutkan berbagai inisiatif green mobility yang sebelumnya telah dijalankan MPMRent. Perusahaan diketahui telah menyediakan kendaraan listrik untuk sejumlah pelanggan dan terus memperluas pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Penguatan armada EV juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menyeimbangkan kebutuhan operasional pelanggan dengan tuntutan mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Implementasi ESG untuk Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik di sektor korporasi, industri rental kendaraan dinilai akan menjadi salah satu pendorong utama percepatan transisi menuju transportasi rendah emisi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak
-
BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!
-
Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar
-
Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!
-
Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce
-
Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi
-
Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana
-
Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan
-
BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri
-
Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?