Bisnis / Makro
Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:24 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan perwakilan bank sentral China, People's Bank of China (PBOC). [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Tiongkok pada Juni 2026 untuk menggalang dukungan penerbitan perdana surat utang Panda Bond.
  • People's Bank of China berkomitmen mempercepat perizinan penerbitan Panda Bond sebagai bentuk dukungan kuat terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
  • Pemerintah Indonesia menempuh strategi diversifikasi sumber pendanaan pembangunan nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu mata uang asing tertentu.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan kalau People's Bank of China (PBOC) sudah mendukung rencana penerbitan Panda Bond dari Pemerintah Indonesia.

Dukungan bank sentral China itu disampaikan Purbaya dalam kunjungan kerja ke Tiongkok yang dilakukan sejak Rabu (17/6/2026). Di sana ia menemui sejumlah pihak mulai dari Menkeu China Lan Fo’an, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan investor lainnya.

"Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ujarnya di Beijing pada Jumat (18/6), dikutip dari siaran pers.

Menurutnya, kunjungan ini menghasilkan komitmen penuh Pemerintah China dan PBOC untuk mendukung kelancaran penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar domestik mereka.

"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," papar dia.

Penerbitan surat utang ini merupakan strategi diversifikasi pembiayaan pembangunan nasional agar tidak bergantung pada satu mata uang, sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan China terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan perwakilan bank sentral China, People's Bank of China (PBOC). [Dok. Kemenkeu]

"Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China," imbuh Purbaya.

"Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat," lanjutnya lagi.

Purbaya lalu menjelaskan fundamental ekonomi nasional yang tetap sehat di tengah dinamika global, di mana berbagai hambatan investasi terus diperbaiki pemerintah.

Baca Juga: Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

"Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik," umbarnya.

Lebih lanjut ia menyebut langkah ini menegaskan strategi Pemerintah untuk memperluas investasi dari berbagai negara secara netral tanpa terikat kepentingan geopolitik tertentu.

"Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya," jelas Purbaya.

Load More