News / Nasional
Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:24 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) menyapa warga saat kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat di Papua Selatan, Minggu (21/6/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr]
Baca 10 detik
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mengunjungi lebih dari tiga puluh provinsi selama hampir dua tahun masa jabatannya.
  • Pengamat politik Fernando Emas menyatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan penugasan resmi dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyerap aspirasi warga.
  • Aktivitas lapangan yang masif ini terbukti berhasil meredam spekulasi keretakan serta memperkuat stabilitas pemerintahan nasional.

Suara.com - Belum genap dua tahun menjabat sejak dilantik sebagai Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka disebut sudah melakukan kunjungan kerja lebih dari tiga puluh provinsi di seluruh Indonesia.

Intensitas kunjungan Gibran memicu analisis dari pengamat politik nasional mengenai dampak dan tujuannya bagi stabilitas pemerintahan.

Langkah Gibran yang sangat aktif turun ke lapangan ini dinilai sebagai upaya untuk menjaga ritme kerja pemerintah pusat agar tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Pola komunikasi langsung ini mengingatkan publik pada gaya kepemimpinan "blusukan" yang dipopulerkan oleh ayahnya, Joko Widodo (Jokowi), selama dua periode menjabat sebagai presiden.

Namun, di era pemerintahan saat ini, kunjungan tersebut memiliki dimensi politik dan administratif yang lebih strategis dalam mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, memberikan analisis mendalam terkait fenomena ini.

Menurutnya, kunjungan masif yang dilakukan Gibran patut mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh.

Langkah ini dipandang sebagai upaya efektif untuk mendekatkan sosok pemimpin dengan rakyatnya, sekaligus menjadi instrumen penting dalam menjaga kondusivitas politik nasional.

Fernando Emas berharap melalui kunjungan oleh Gibran akan mampu meredam gejolak masyarakat dan meminimalisir persepsi negatif terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.

Baca Juga: Tak Risih Ada Kabinet Bayangan, Gibran: Demokrasi akan Semakin Matang

Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, Gibran dianggap mampu menyerap aspirasi sekaligus memberikan penjelasan langsung mengenai arah kebijakan pemerintah.

Kunjungan tersebut tidak hanya menyasar masyarakat umum di lapisan bawah, tetapi juga melibatkan komunikasi intensif dengan berbagai elemen kunci di daerah.

Gibran tercatat aktif menemui tokoh masyarakat hingga tokoh agama, termasuk kiai dan ulama di berbagai pelosok negeri.

Pendekatan lintas sektoral ini dinilai memperkuat legitimasi pemerintahan di mata pemangku kepentingan strategis.

Tepis Isu Keretakan Prabowo-Gibran

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas. (Ist)

Salah satu poin penting yang disoroti oleh Fernando Emas adalah bagaimana aktivitas lapangan Gibran ini menjadi jawaban atas berbagai spekulasi miring mengenai hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.

Load More