News / Metropolitan
Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:24 WIB
Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewacanakan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi ancaman kemarau panjang El Nino di Balai Kota.
  • Pemprov DKI Jakarta akan segera menggelar rapat koordinasi khusus bersama BPBD dan BMKG pada Rabu, 4 Agustus 2026.
  • Langkah antisipasi ini bertujuan mengurangi risiko kebakaran akibat lahan kering dan mencegah potensi bencana di wilayah ibu kota.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kemungkinan digelarnya operasi modifikasi cuaca di Ibu Kota sebagai antisipasi dampak El Nino yang kian mengganas.

Ia menjelaskan bahwa Jakarta saat ini tengah menghadapi fenomena El Nino yang membawa musim kemarau panjang dan kering.

"Ini kalau tidak dijaga bersama-sama, kemungkinan untuk kebakaran itu tinggi sekali," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/8/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar rapat khusus untuk membahas kelayakan pelaksanaan modifikasi cuaca.

"Kami besok juga akan rapat secara khusus, mengenai apakah modifikasi cuaca itu bisa dilakukan pada kondisi yang seperti ini. Jangan sampai kemudian kami sudah memodifikasi, tetapi awannya nggak ada," kata eks Sekretaris Kabinet itu.

Pramono menegaskan, keberadaan awan menjadi syarat utama sebelum operasi tersebut bisa dijalankan.

Oleh karena itu, Pemprov DKI akan berkoordinasi lebih dulu dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan waktu pelaksanaan yang tepat.

"Bersama BPBD bersama BMKG, kami koordinasikan kapan waktu yang tepat. Kalau memang ada awan, pasti Jakarta akan melakukan modifikasi cuaca," tutur Pramono.

Kewaspadaan ini muncul di tengah peringatan BMKG bahwa El Nino telah masuk kategori kuat dengan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berada di bawah normal.

Baca Juga: El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla

Kondisi lahan yang kian mengering turut memperbesar potensi munculnya titik panas atau hotspot penyebab kebakaran, tak terkecuali di kawasan permukiman padat Jakarta.

Dengan rencana rapat koordinasi tersebut, Pemprov DKI berharap operasi modifikasi cuaca dapat dilaksanakan tepat waktu demi mengurangi risiko kebakaran akibat kemarau panjang tahun ini. 

Load More