Bisnis / Makro
Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB
Ilustrasi pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
Baca 10 detik
  • Kejaksaan Tinggi Papua sedang menyidik dugaan korupsi penyaluran Cadangan Beras Pemerintah di Wamena periode tahun 2020 hingga 2023.
  • Perum Bulog mendukung penuh proses hukum tersebut sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap tata kelola dan transparansi yang baik.
  • Bulog menjamin operasional distribusi pangan di Papua tetap berjalan lancar tanpa terganggu oleh proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Perkuat Pengawasan untuk Cegah Risiko Berulang

Ilustrasi beras di gudang Bulog. [ Antara/Dedi Suwidiantoro/YU]

Sebagai respons terhadap kasus yang mencuat, Bulog mengungkapkan telah melakukan berbagai langkah penguatan tata kelola, mulai dari peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kepatuhan terhadap prosedur operasional, hingga optimalisasi manajemen risiko di seluruh lini organisasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan program pangan pemerintah yang memiliki nilai strategis terhadap perekonomian nasional.

Bagi pasar dan pelaku usaha pangan, kepastian bahwa distribusi beras pemerintah tetap berjalan normal menjadi sinyal positif. Stabilitas pasokan beras berperan penting dalam mengendalikan inflasi pangan, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Bulog juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Load More