Suara.com - Perum BULOG turut hadir dan berperan aktif dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Jagung Serentak Kuartal II yang dilaksanakan di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Dr. Yudi Sastro, Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani dan Forkopimda Blora, Dandim, Kapolres Blora, serta para petani.
Dalam sambutannya, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap sektor pertanian di wilayahnya. “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan seluruh masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Panglima Kopassus, Pak Dirut Bulog, dan Pak Dirjen yang berkenan hadir di Blora. Blora ini merupakan daerah basis pertanian dan peternakan, dengan produksi jagung terbesar kedua di Jawa Tengah,” ujar Arief Rohman.
Bupati juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas jagung di Blora “Kami berharap ada hilirisasi, termasuk pembangunan pabrik pakan. Selama ini jagung dari Blora banyak dibawa keluar daerah. Jika hilirisasi terwujud, nilai ekonomi petani akan meningkat dan kesejahteraan semakin baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen BULOG dalam mendukung petani dan menjaga stabilitas pangan nasional. “Kami melihat langsung semangat luar biasa para petani Blora. BULOG berkomitmen menyerap seluruh produksi jagung yang ada di Blora, baik untuk pakan ternak maupun kebutuhan bioetanol,” ungkapnya.
Terkait peluang komoditas jagung, Dirut BULOG menambahkan “Kebutuhan bioetanol nasional sangat besar, sehingga membutuhkan sekitar 3,2 juta ton jagung. Ini peluang besar bagi petani karena jagung dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar 3 bulan," ujar Dirut BULOG.
Sinergi Hulu-Hilir Perkuat Ekosistem Pertanian
Dalam wawancara dengan media, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian jagung di Blora sebagai pilot project nasional. “Kami akan memastikan dari hilir hingga hulu berjalan dengan baik. Mulai dari permodalan, benih, pupuk, pendampingan hingga off-taker, semuanya didukung oleh BULOG dan Kementerian Pertanian," kata Djon Afriandi.
Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Yudi Sastro menyampaikan pentingnya peningkatan produksi jagung nasional. “Kebutuhan jagung nasional untuk pakan mencapai 15 juta ton per tahun. Selain itu, kita juga diarahkan untuk mengembangkan 1 juta hektare jagung untuk bioetanol. Blora menjadi titik awal pengembangan tersebut," ujar Yudi Sastro.
Baca Juga: Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen
Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman dalam doorstop media juga optimistis terhadap peningkatan produksi jagung. “Kalau sekarang sekitar 83.000 hektare, ke depan bisa lebih dari 100.000 hektare. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis bisa menjadi nomor satu di Jawa Tengah," ungkapnya.
Dirut BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, pada kegiatan panen hari ini seluas 15 hektare dengan produktivitas mencapai 7 ton per hektare, menunjukkan potensi besar pengembangan jagung di Blora. “Ini kebanggaan bagi kita semua. BULOG akan terus hadir sebagai off-taker untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik," kata Ahmad Rizal.
Penguatan Peran PT GMM dalam Mendukung Petani Tebu
Terkait dengan pengelolaan tebu dan penguatan industri gula di Blora, Dirut BULOG juga menyampaikan langkah strategis terhadap PT GMM. “BULOG akan membantu penyaluran hasil panen tebu petani ke pabrik-pabrik PTPN dan SGN di Jawa Tengah. Petani tidak perlu bimbang, kami pastikan hasil panen tetap terserap," tegasnya.
Selain itu, BULOG juga tengah menyiapkan perbaikan dan reorganisasi manajemen PT GMM. “Kami akan segera mereorganisasi manajemen dan melakukan perbaikan pabrik agar ke depan dapat menyerap tebu petani secara optimal. Kami juga akan melibatkan putra daerah dalam pengelolaannya," tambah Ahmad Rizal. ***
Berita Terkait
-
Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen
-
Harga Pangan Hari Ini Melonjak, Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu/Kg, Ayam Rp52 Ribu
-
Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya
-
Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?
-
Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Isu BEI Bakal Rombak Total Aturan FCA, 3 Kriteria Ini Bakal Dihapus!
-
"Ini Bukan Keputusan yang Mudah" Akankah Tokopedia Bakal Senasib dengan Bukalapak?
-
IHSG Terbang ke Level 5.886 di Sesi I, BBCA dan ISAT Pendorongnya
-
Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan
-
Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?
-
2 Kategori Penjual Shopee yang Bakal Kena Pajak 0,5% Mulai Agustus 2026
-
Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami
-
Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI
-
Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung
-
Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan