Bisnis / Energi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. [Antara]
Baca 10 detik
  • Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan pasokan batu bara telah kembali mengalir ke berbagai PLTU di Pulau Jawa.
  • Penyaluran batu bara dilakukan guna mengatasi kelangkaan stok serta memastikan kebutuhan energi listrik di wilayah Jawa tetap terpenuhi.
  • PLN juga mempercepat perbaikan dua PLTU besar milik mitra swasta yang mengalami gangguan teknis dalam sistem kelistrikan.

Suara.com - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa pasokan batu bara mulai mengalir kembali ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa.

Kepastian ini disampaikan setelah kelangkaan stok batu bara yang berdampak terhadap aliran listrik di sejumlah wilayah Jawa.

Stok batubara tersebut diperoleh setelah mendapatkan dukungan dari Kementerian ESDM.

Darmawan menyampaikan terima kasih kepada pemasok batu bara yang telah menerima penugasan dari pemerintah dan menandatangani kontrak dengan PLN maupun pembangkit mitra.

Guna mempercepat pemulihan, PLN juga tengah mengakselerasi proses penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara kalori menengah tersebut.

"Saat ini, proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero pulau Jawa," kata Darmawan saat menggelar konferensi pers di Jakarta pada Jumat (20/6/2026) malam.

Ilustrasi batubara. [Pixabay]

Pasokan tersebut dialirkan baik ke pembangkit milik PLN maupun PLTU swasta atau Independent Power Producer (IPP). Untuk wilayah Jawa Bagian Barat, pasokan didistribusikan ke PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu.

Sementara untuk wilayah Jawa Bagian Timur, pengiriman batu bara menyasar PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, hingga PLTU Tanjung Awar-Awar.

Di samping itu, Darmawan pihaknya juga dihadapkan pada kendala teknis dari dua pembangkit besar di Pulau Jawa.

Baca Juga: Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir

Pembangkit yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra produsen listrik swasta tersebut mengalami gangguan, sehingga terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

"Untuk itu, kami mengerahkan tim PLN bersama-sama dengan tim mitra kami, agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan cepat dan berjalan dengan lancar. Sehingga bisa pulih dan kembali memasok listrik di sistem kelistrikan di Pulau Jawa," kata Darmawan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya defisit pasokan batubara untuk pembangkit listrik.

Menteri EDM Bahlil Lahadalia [Suara.com/Yaumal]

Bahlil menjelaskan, total kebutuhan batubara untuk PLN pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 154 juta ton.

Dari target tersebut, pasokan yang terealisasi baru mencapai 134 juta ton, sehingga masih ada kekurangan sekitar 20 juta ton. Meski demikian, ia optimistis sisa kekurangan tersebut dapat segera teratasi.

"Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 juta sampai 20 juta ton yang belum. Jadi overall enggak ada masalah," kata Bahlil beberapa waktu lalu.

Load More