- Harga berbagai komoditas pangan pokok di pasar tradisional nasional mengalami kenaikan signifikan pada Senin, 22 Juni 2026.
- Lonjakan harga terjadi pada beras, produk cabai, daging, telur, gula, minyak goreng, serta bawang merah dan putih.
- Data PIHPS menunjukkan kenaikan harga terjadi merata di seluruh kualitas beras, kecuali pada komoditas cabai tertentu saja.
Suara.com - Sejumlah harga komoditas bahan pangan pokok di tingkat pasar tradisional secara nasional kompak merangkak naik pada perdagangan Senin (22/6/2026).
Rangkaian kenaikan harga ini melanda hampir seluruh kebutuhan utama, mulai dari berbagai jenis beras, produk cabai, komoditas daging, telur ayam, hingga minyak goreng.
Berdasarkan data rata-rata harga pangan nasional yang dihimpun melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS Nasional) pada laman resmi Bank Indonesia (bi.go.id/hargapangan) pukul 09.42 WIB, kelompok cabai rawit merah mencatatkan lonjakan harga paling tinggi secara nominal.
Harga cabai rawit merah kini telah menyentuh angka Rp83.550 per kilogram, atau mengalami kenaikan sebesar 10,3 persen (setara Rp7.800) jika disandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.
Kondisi serupa terlihat pada komoditas cabai merah keriting yang harganya melonjak hingga 14,62 persen atau naik Rp8.100 menjadi Rp63.500 per kilogram. Sebaliknya, tren penurunan justru terjadi pada komoditas cabai merah besar yang terkoreksi sebesar 7,17 persen atau merosot Rp4.250 ke level Rp54.850 per kilogram.
Seluruh Ragam Kualitas Beras Kompak Mengalami Kenaikan
Beralih ke komoditas makanan pokok, kelompok beras mencatatkan kenaikan harga secara menyeluruh di semua tingkat kualitas :
Beras Kualitas Bawah I: Naik 15,02 persen (+2.200) menjadi Rp16.850 per kilogram.
Beras Kualitas Bawah II: Naik 13,79 persen (+2.000) menjadi Rp16.500 per kilogram.
Beras Kualitas Medium I: Naik 8,62 persen (+1.400) menjadi Rp17.650 per kilogram.
Beras Kualitas Medium II: Naik 9,94 persen (+1.600) menjadi Rp17.700 per kilogram.
Beras Kualitas Super I: Naik 5,98 persen (+1.050) menjadi Rp18.600 per kilogram.
Beras Kualitas Super II: Naik 9,97 persen (+1.700) menjadi Rp18.750 per kilogram.
Lonjakan Sektor Sumber Protein, Gula, dan Bumbu Dapur
Sektor produk protein hewani juga tidak luput dari tren kenaikan. Harga daging ayam ras segar tercatat naik 4,32 persen atau bertambah Rp1.600 menjadi Rp38.650 per kilogram.
Baca Juga: BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran
Sementara itu, komoditas daging sapi kualitas I terpantau mengalami kenaikan tipis sebesar 0,44 persen atau naik Rp650 menjadi Rp149.700 per kilogram, diikuti daging sapi kualitas II yang menanjak sebesar 2,61 persen atau bertambah Rp3.650 ke level Rp143.700 per kilogram. Untuk komoditas telur ayam ras segar, harga di pasar kini berada di angka Rp31.600 per kilogram atau naik 5,16 persen (+$1.550).
Pada kelompok gula konsumsi, komoditas gula pasir kualitas premium melesat tinggi hingga 15,02 persen atau naik Rp3.050 menjadi Rp23.350 per kilogram, beriringan dengan gula pasir lokal yang terkerek 11,26 persen menjadi Rp21.250 per kilogram.
Komoditas minyak goreng turut menyumbang andil dalam inflasi pangan pagi ini. Minyak goreng curah merangkak naik 2,91 persen menjadi Rp21.200 per kilogram.
Selanjutnya, minyak goreng kemasan bermerek I dipasarkan seharga Rp25.050 per kilogram (naik 3,73 persen) dan varian kemasan bermerek II dipatok Rp24.150 per kilogram (naik 3,65 persen).
Komoditas bumbu dapur utama ikut mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bawang merah ukuran sedang melonjak 12,18 persen atau bertambah Rp6.700 menjadi Rp61.700 per kilogram. Searah dengan itu, harga bawang putih ukuran sedang juga ikut terkerek sebesar 8,79 persen atau naik Rp3.750 ke posisi Rp46.400 per kilogram.
Di tengah kepungan tren kenaikan harga pangan nasional , komoditas cabai rawit hijau muncul sebagai salah satu pengecualian karena harganya justru bergerak turun. Bahan pangan tersebut tercatat mengalami penurunan sebesar 2,93 persen atau menyusut Rp1.600 menjadi Rp53.050 per kilogram pada awal pekan ini .
Berita Terkait
-
Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik
-
Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun
-
Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg
-
Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen
-
Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara
-
Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya
-
Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram
-
Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir
-
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan