Bisnis / Energi
Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB
PT BUMI Resources Tbk [Suara.com dengan AI]
Baca 10 detik
  • PT Bumi Resources Tbk memutuskan tidak membagikan dividen tahun buku 2025 demi mempercepat diversifikasi bisnis non-batu bara.
  • RUPST di Jakarta pada 23 Juni 2026 menyetujui laporan keuangan, menunjuk auditor, serta merombak struktur kepengurusan perusahaan.
  • Saham BUMI terkoreksi akibat aksi jual investor asing, meskipun analis tetap merekomendasikan pembelian untuk jangka panjang.

Nilai pelepasan aset tersebut menempatkan BUMI di peringkat ketiga dalam daftar rekam net sell asing terbesar di bursa domestik, berada tepat di bawah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang mencatat net sell Rp838,6 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan nilai Rp630,2 miliar.

Walaupun pasar saham sedang fluktuatif, kondisi keuangan BUMI yang ditopang oleh struktur pendapatan berbasis mata uang dolar AS dinilai memiliki daya pikat tersendiri bagi para pengamat pasar modal. L

embaga riset Samuel Sekuritas Indonesia melihat koreksi harga ini sebagai peluang dan mengeluarkan rekomendasi beli (buy) untuk saham BUMI dengan target harga teknikal jangka panjang berada di level Rp300 per saham.

Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, memberikan ulasan bahwa saham-saham dari sektor komoditas logam dan mineral yang memiliki arus kas berdenominasi dolar AS sangat prospektif untuk dikoleksi di tengah dinamika ekonomi makro saat ini.

Disclaimer: Artikel yang mengulas kebijakan penahanan dividen RUPST, struktur manajemen baru, serta analisis teknikal saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini dirilis semata-mata sebagai sumber informasi jurnalisme keuangan bagi publik. Konten ini bukan merupakan ajakan resmi, legal, bentuk paksaan, atau panduan komersial untuk mengeksekusi transaksi jual-beli saham di pasar modal. Setiap bentuk keputusan investasi saham sepenuhnya mengandung risiko finansial yang wajib dimitigasi secara mandiri oleh masing-masing investor.

Load More