- PT Multi Hanna Kreasindo Tbk menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp9,9 miliar dalam RUPST pada Senin, 22 Juni 2026.
- Keputusan pembagian dividen didorong oleh kinerja keuangan perusahaan yang mencatat pendapatan Rp212 miliar atau naik 24 persen tahun 2025.
- Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen kepada seluruh pemegang saham yang berhak menerima pada tanggal 24 Juli 2026 mendatang.
Suara.com - Emiten pengolah limbah, PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) sepakat membagikan dividen tunai sebesar Rp9,9 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (22/6).
Pembagian dividen itu ditopang oleh pertumbuhan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan audit, MHKI membukukan pendapatan sebesar Rp212 miliar atau meningkat 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Multi Hanna Kreasindo Tbk, Alwi, mengatakan pembagian dividen menjadi bentuk apresiasi kepada para pemegang saham yang selama ini memberikan kepercayaan kepada perseroan.
"Pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan kepada Perseroan. Di saat yang sama, kami tetap berfokus pada penguatan kapasitas bisnis dan pengembangan usaha untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Alwi di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, cum dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 30 Juni 2026, sementara ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 1 Juli 2026.
Adapun cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 2 Juli 2026 dan ex dividen pasar tunai pada 3 Juli 2026. Pembayaran dividen kepada pemegang saham akan dilakukan pada 24 Juli 2026.
Alwi menjelaskan, peningkatan kinerja perseroan didorong oleh tingginya kebutuhan industri terhadap layanan pengelolaan limbah yang memenuhi standar lingkungan serta regulasi yang terus berkembang. Dengan perizinan yang mencakup pengangkutan, pengumpulan, pengolahan hingga pemanfaatan limbah B3 dan non-B3, perseroan terus memperkuat layanan terintegrasi untuk berbagai sektor industri.
Selain itu, MHKI juga dinilai mampu menjaga efisiensi operasional di tengah peningkatan aktivitas bisnis sepanjang 2025. Kondisi tersebut membantu perusahaan mempertahankan profitabilitas sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Memasuki 2026, MHKI optimistis prospek industri pengelolaan limbah masih menjanjikan. Meningkatnya aktivitas industri nasional, kesadaran terhadap praktik keberlanjutan, serta implementasi regulasi lingkungan yang semakin kuat diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis perseroan.
Baca Juga: Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
Untuk menangkap peluang tersebut, perusahaan terus memperkuat fondasi bisnis melalui investasi strategis yang telah direalisasikan sepanjang 2025. Di antaranya pengembangan fasilitas operasional di Lamongan dan penguatan infrastruktur di Semarang guna meningkatkan kapasitas pengolahan dan memperluas jangkauan layanan.
Selain ekspansi operasional, MHKI juga memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
"Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar ke depan. Dengan fundamental yang kuat, kapasitas yang terus berkembang, serta komitmen terhadap keberlanjutan, Perseroan optimistis dapat menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," pungkas Alwi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional
-
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah
-
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
-
Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN
-
Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'