- PT Mark Dynamics Indonesia Tbk meningkatkan kapasitas produksi dua pabrik di Sumatera Utara menjadi 1,5 juta unit per bulan.
- Seluruh kapasitas produksi telah terisi penuh untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar ekspor global hingga kuartal ketiga tahun 2026.
- Perusahaan membagikan dividen tunai sebesar Rp90 per saham kepada pemegang saham sebagai cerminan kesehatan arus kas perusahaan.
Suara.com - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatatkan momentum pertumbuhan yang solid sepanjang 2026. Salah satunya adanya peningkatkan kapasitas dua pabrik di Sumatera Utara dari sebelumnya 1,4 juta unit menjadi 1,5 juta unit per bulan.
Sejalan dengan meningkatnya permintaan global, kapasitas produksi tersebut kini telah terisi penuh dengan pesanan yang telah masuk hingga kuartal ketiga 2026. Kondisi ini memperkuat prospek bisnis MARK di tengah pertumbuhan industri sarung tangan dunia yang terus meningkat.
Direktur Utama MARK, Ridwan Goh, mengatakan keberhasilan perseroan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar global tidak terlepas dari kemampuan menjaga kualitas produk, inovasi berkelanjutan, serta hubungan jangka panjang dengan pelanggan internasional.
“Industri former membutuhkan keahlian khusus, pengalaman, dan kemampuan inovasi yang berkelanjutan. Kami terus memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan global,” ujar Ridwan Goh dalam siaran pers yang diterima, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, industri former membutuhkan keahlian khusus dan pengalaman yang kuat sehingga perusahaan terus berinvestasi dalam peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk guna memenuhi kebutuhan pelanggan global.
Strategi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan kinerja MARK di pasar internasional.
Selain didukung fundamental bisnis yang kuat, MARK juga menjadi salah satu emiten yang menarik bagi investor karena konsisten memberikan dividen.
Pada 2026, perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp90 per saham yang terdiri atas Rp70 per saham dari laba bersih tahun buku 2025 dan Rp20 per saham dari sebagian saldo laba ditahan hingga tahun buku 2024.
Total pembagian dividen tersebut setara dengan sekitar seratus delapan belas persen dari laba bersih tahun 2025. Kebijakan ini mencerminkan kuatnya posisi keuangan perusahaan, arus kas yang sehat, serta optimisme manajemen terhadap prospek bisnis ke depan.
Baca Juga: Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis
Dengan kombinasi potensi pertumbuhan nilai perusahaan dan pendapatan pasif dari dividen, saham MARK dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi investor.
Di sisi lain, MARK beroperasi dalam ekosistem industri kesehatan yang dikenal memiliki karakteristik defensif. Kebutuhan terhadap sarung tangan medis dan industri tetap tinggi dalam berbagai kondisi ekonomi.
Berdasarkan data Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA), kebutuhan sarung tangan global diperkirakan mencapai sekitar 300 miliar unit per tahun atau setara lebih dari 9.500 sarung tangan digunakan setiap detik di seluruh dunia.
Permintaan sarung tangan global diproyeksikan tumbuh sekitar delapan persen per tahun dalam jangka panjang.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, regulasi keselamatan kerja yang semakin ketat, pertumbuhan populasi, peningkatan akses layanan kesehatan, serta semakin luasnya penggunaan sarung tangan pada berbagai sektor nonmedis.
Dengan karakteristik industri yang defensif dan tren pertumbuhan permintaan global yang berkelanjutan, MARK berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan peningkatan konsumsi sarung tangan dunia.
Berita Terkait
-
BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya
-
Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar
-
Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Prodia Setujui Dividen 70% Hingga Komitmen Akselerasi Inovasi Layanan
-
Cek Rekening, Emiten SIDO Mulai Bayar Dividen Hari Ini
-
CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur Baru
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kisah Mantri BRI Bertaruh Nyawa Demi Layanan Perbankan untuk Masyarakat Pulau Kelang
-
Surat Kabar Belanda Sebut Indonesia Menuju Bangkrut, Ada Peran Jokowi?
-
Bahlil Wajibkan Anggota DPR dari Golkar Ikut TOT: Biar Tahu Mana Kepentingan Partai dan Pribadi
-
XL Jadi Jaringan #1 di Indonesia Versi Ookla, Borong Empat Penghargaan
-
Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama
-
Ajak Demo Turunkan Presiden Lewat TikTok, Wanita di Ciamis Diciduk Polisi
-
Apa Penyebab Wangi Parfum Tidak Tahan Lama di Kulit Kering? Ini 5 Tips agar Awet
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia
-
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI