Suara.com - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan jalan tol di Indonesia, khususnya pada jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menjadi salah satu penugasan strategis Pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional. Sejak menerima penugasan pembangunan JTTS, Hutama Karya terus memperluas jaringan jalan tol di Pulau Sumatra sekaligus memastikan ruas-ruas yang telah beroperasi mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, pengguna jalan, dan keberlanjutan bisnis perusahaan.
Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto menyampaikan bahwa pengelolaan jalan tol yang dilakukan Hutama Karya menunjukkan perkembangan yang semakin solid, seiring bertambahnya ruas yang beroperasi, meningkatnya keterhubungan antarwilayah, serta membaiknya kinerja operasional dan keuangan jalan tol.
“JTTS dibangun bukan hanya untuk membuka akses dan meningkatkan konektivitas serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat di Sumatra, tetapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan melalui pengelolaan jalan tol yang produktif. Dari sisi operasional, kami melihat tren yang semakin positif, baik melalui pertumbuhan trafik, peningkatan pendapatan jalan tol, maupun membaiknya profitabilitas bisnis jalan tol,” ujar Adri.
Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.185 km yang terdiri atas 829 km ruas tol operasi dan 356 km ruas tol konstruksi, termasuk jalan tol dukungan konstruksi. Dari sisi operasional, Hutama Karya mengelola 14 ruas tol di Indonesia yang sebagian besar merupakan bagian dari JTTS sebagai backbone konektivitas utama di Pulau Sumatra, serta 2 (dua) ruas tol di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.
Meningkatnya konektivitas jaringan JTTS tercermin dari pertumbuhan volume lalu lintas yang terus menunjukkan tren positif. Pada periode Lebaran 2026, trafik JTTS, termasuk ruas yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), meningkat 69,5% dibandingkan kondisi normal dan tumbuh 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan trafik tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja bisnis jalan tol Hutama Karya. Pada 2025, pendapatan jalan tol, termasuk kontribusi Hamawas, tumbuh sekitar 26,8% dibandingkan 2024. Jika dibandingkan dengan 2023, pendapatan jalan tol meningkat sekitar 35,7%, dengan kontribusinya terhadap pendapatan konsolidasian naik menjadi 16,83% pada 2025 dari 11,58% pada tahun sebelumnya
“Selain revenue, Operating Income Jalan Tol juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, Operating Income Jalan Tol meningkat sekitar 9,8% dibandingkan 2024, sekaligus menunjukkan penguatan dibandingkan 2023. Dengan capaian tersebut, kontribusi Operating Income Jalan Tol terhadap Operating Income konsolidasian mencapai 39,65% pada 2025,” imbuh Adri.
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan juga menyampaikan bahwa selain mendukung kinerja perusahaan, manfaat JTTS juga semakin dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran jalan tol telah memangkas waktu tempuh antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, membuka akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, serta mendorong tumbuhnya peluang usaha baru di daerah yang dilalui.
“Bagi masyarakat, JTTS bukan hanya infrastruktur jalan, tetapi penghubung aktivitas dan harapan. Jalan tol membantu perjalanan menjadi lebih cepat dan nyaman, membuka ruang ekonomi baru, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendekatkan masyarakat dengan berbagai layanan dan peluang yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk dijangkau,” tambahnya.
Baca Juga: Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian
Manfaat JTTS juga dirasakan langsung oleh para pengguna jalan yang memanfaatkan ruas tol dalam aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antarkota. Salah satunya Titha Monica Hardi, pengguna JTTS yang rutin melintasi Ruas Tol Pekanbaru–Dumai untuk mobilitas harian menuju Duri, serta menggunakan Ruas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin saat melakukan perjalanan pulang kampung ke Padang.
“Keberadaan JTTS sangat membantu mobilitas saya. Untuk aktivitas sehari-hari menuju Duri, Tol Pekanbaru–Dumai membuat perjalanan lebih cepat, nyaman, dan tidak melelahkan. Sementara saat pulang kampung ke Padang, perjalanan melalui Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin terasa jauh lebih efisien dibandingkan sebelumnya," ujar Titha.
Iwan menambahkan kedepannya Hutama Karya akan terus menjaga standar operasional dan pelayanan jalan tol agar semakin andal. Tidak hanya membangun dan menyambungkan ruas, tetapi juga memastikan ruas tol yang telah beroperasi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan, masyarakat, serta keberlanjutan bisnis perusahaan. ***
Berita Terkait
-
Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas
-
Jelang Libur Sekolah, Jasa Marga Percepat Perbaikan Jalan Tol demi Perjalanan Lebih Aman
-
ACSET Pastikan Proyek Dikerjakan dengan Tata Kelola yang Baik
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri
-
Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara
-
Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I
-
BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?
-
Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita
-
Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal
-
Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham
-
Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading
-
Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah