- Bursa Efek Indonesia mengonfirmasi PT Rans Entertainment Indonesia Tbk telah memenuhi ketentuan syarat free float untuk penawaran umum perdana.
- Evaluasi pencatatan saham dilakukan menggunakan regulasi lama karena dokumen permohonan telah diterima BEI sebelum 31 Maret 2026.
- Struktur kepemilikan saham Rans Entertainment dipastikan mencapai 28,85 persen setelah IPO sehingga memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan BEI.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara mengenai rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk. Adapun perusahaan telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku.
Kepastian tersebut disampaikan menyusul adanya perhatian pasar terhadap struktur kepemilikan saham perusahaan yang akan melantai di bursa tersebut.
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa proses evaluasi pencatatan saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku saat dokumen permohonan diterima.
Menurut Nyoman, dokumen permohonan pencatatan saham Perseroan telah diterima BEI sebelum Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 mulai berlaku pada 31 Maret 2026. Karena itu, proses evaluasi tetap mengacu pada ketentuan sebelumnya sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 Ketetapan 5.
"Sehubungan dengan rencana IPO PT Rans Entertainment Indonesia Tbk, perlu kami sampaikan bahwa dokumen permohonan pencatatan saham Perseroan telah diterima Bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada tanggal 31 Maret 2026, maka proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima," ujar I Gede Nyoman Yetna dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
BEI juga menjelaskan bahwa selain saham yang ditawarkan kepada publik dalam IPO sebesar 20,02 persen, Perseroan masih memiliki pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float sesuai ketentuan pasar modal.
Dengan komposisi tersebut, porsi saham free float PT Rans Entertainment Indonesia Tbk setelah IPO diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen. Angka tersebut berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan untuk perusahaan tercatat di BEI.
Nyoman menegaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Bursa, struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi seluruh ketentuan free float yang berlaku.
"Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku," imbuhnya.
Baca Juga: MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!
-
Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!
-
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026
-
Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi