- Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto menetapkan penurunan potongan komisi aplikator ojek online menjadi 8 persen mulai Juli 2026.
- Gojek dan Grab menyatakan kesiapannya untuk menerapkan kebijakan penurunan potongan komisi tersebut demi mendukung kesejahteraan para mitra pengemudi.
- Mitra pengemudi di Jakarta berharap kebijakan ini meningkatkan pendapatan bersih dan tidak disertai munculnya biaya tambahan lainnya.
Suara.com - Rencana penurunan potongan komisi aplikasi ojek online (ojol) menjadi 8 persen mulai 1 Juli 2026 disambut positif para mitra pengemudi. Mereka berharap kebijakan tersebut bisa meningkatkan pendapatan para driver.
Salah seorang pengemudi ojol di Jakarta, Oki (30), menyambut baik kebijakan tersebut. Menurut dia, selama ini potongan aplikasi menjadi salah satu keluhan utama para driver karena mengurangi pendapatan bersih yang dibawa pulang setiap hari.
"Kalau memang potongannya benar-benar turun jadi 8 persen, tentu kami senang. Harapannya pendapatan yang masuk ke driver bisa lebih besar dibanding sekarang," kata Suyanto kepada Suara.com, Rabu (24/6/2026).
Meski demikian, ia berharap kebijakan tersebut diterapkan secara transparan dan tidak disertai penambahan komponen biaya lain yang berujung pada besarnya potongan yang diterima driver.
"Takutnya nih nanti jangan sampai potongan utama turun, tapi nanti muncul biaya atau potongan lain dengan nama berbeda. Kalau begitu hasil akhirnya sama saja bagi driver," ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan pengemudi lainnya, Yanto (41). Driver yang telah bekerja sebagai mitra ojol selama lebih dari lima tahun itu menilai penurunan komisi dapat menjadi kabar baik jika benar-benar berdampak pada peningkatan penghasilan.
"Selama ini banyak teman-teman driver berharap ada pengurangan potongan karena biaya operasional terus naik. Kalau komisi turun, seharusnya pendapatan bersih kami bisa bertambah," kata Ahmad.
Ia berharap perusahaan aplikasi mematuhi komitmen yang telah disampaikan dan tidak mencari cara lain untuk menutup potensi berkurangnya pendapatan perusahaan, termasuk lewat berbagai program diskon.
"Kami berharap aturan ini dijalankan apa adanya. Jangan sampai ada istilah baru atau biaya tambahan yang pada akhirnya tetap mengurangi pendapatan driver," tuturnya.
Baca Juga: DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
Sebelumnya, Gojek dan Grab menyatakan siap menerapkan komisi 8 persen untuk layanan transportasi roda dua mulai awal Juli mendatang.
Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta potongan aplikator diturunkan dari 20 persen menjadi 8 persen.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol
-
Dari Narik Ojol ke Bangku Kuliah, Gojek Berangkatkan Mitra Driver Kuliah Gratis di UI hingga UGM
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun