Bisnis / Properti
Senin, 15 Juni 2026 | 13:51 WIB
Sekolah Rakyat Jabar II di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Dok: Brantas Abipraya)

Suara.com - Komisi V DPR RI optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dapat rampung dan siap dimanfaatkan, sebelum dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027.

Optimisme tersebut disampaikan usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke lokasi pembangunan, Jumat (12/6/2026), untuk meninjau langsung progres proyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menilai progres pembangunan menunjukkan hasil yang positif. Meski waktu pelaksanaan relatif terbatas, ia menegaskan kualitas pembangunan harus tetap menjadi prioritas utama. Komisi V DPR RI juga meminta Brantas Abipraya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan pemantauan dan pengawasan hingga seluruh pekerjaan selesai.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI meninjau sejumlah fasilitas utama yang tengah dibangun, antara lain ruang kelas, asrama putra dan putri, rumah susun guru, serta dapur.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Dok: Brantas Abipraya)

Selain itu, turut dibahas pentingnya integrasi tata ruang mengingat Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school yang akan menampung peserta didik dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Menanggapi hasil kunjungan tersebut, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Komisi V DPR RI terhadap pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II.

"Kami menyambut baik kunjungan kerja Komisi V DPR RI sebagai bentuk dukungan dan pengawasan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II. Masukan yang disampaikan menjadi motivasi bagi Brantas Abipraya untuk terus menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan penyelesaian proyek sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah. Kami berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi para siswa yang nantinya akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat ini," ujar Dian.

Ia menambahkan, saat ini pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Bersama seluruh pemangku kepentingan, Brantas Abipraya terus melakukan percepatan dan pengawasan secara ketat agar seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal tepat pada tahun ajaran baru dimulai. Kualitas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan.

Sekolah Rakyat Jabar II dirancang untuk menampung sekitar 900 hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok miskin dan miskin ekstrem.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi SDM Muda, Brantas Abipraya & Kemnaker Jaring 32 Lulusan Terbaik se-Indonesia

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan generasi unggul melalui lingkungan belajar yang terintegrasi dan didukung fasilitas yang memadai.

Sebagai BUMN konstruksi yang berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur pendidikan dan sosial, PT Brantas Abipraya (Persero) terus berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

"Sekolah Rakyat merupakan program yang memiliki dampak sosial yang sangat besar karena membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya bangga dapat berkontribusi dalam mewujudkan program ini dan akan terus mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi penerus bangsa," tutup Dian. ***

Load More