- Pemerintah menaikkan harga Pertamax minggu ini, yang memicu kekhawatiran pengemudi ojek online terkait peningkatan biaya operasional harian.
- Grab Indonesia sedang melakukan evaluasi menyeluruh untuk mempertimbangkan penyesuaian tarif layanan guna menjaga keberlangsungan pendapatan mitra pengemudi.
- Manajemen Grab akan memastikan setiap kebijakan operasional ke depan tetap mematuhi regulasi pemerintah serta koordinasi dengan pemangku kepentingan.
Suara.com - Pemerintah telah menaikkan harga Pertamax, salah satu produk BBM nonsubsidi dari Pertamina pada pekan ini dan Grab Indonesia mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi untuk mengambil kebijakan, termasuk soal kemungkinan penaikkan tarif transportasi online.
Director of Mobility, Food, and Logistics, Grab Indonesia, Tyas Widyastuti kepada Suara.com di Jakarta, Kamis (11/6/20260 mengatakan pihaknya terus memantau secara saksama dinamika penyesuaian harga BBM yang terjadi saat ini.
"Kami memahami bahwa perubahan harga BBM ini berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional harian para mitra pengemudi di lapangan. Oleh karena itu, fokus utama Grab adalah memastikan adanya keseimbangan yang sehat antara keberlanjutan pendapatan Mitra, keterjangkauan layanan bagi pengguna, serta stabilitas operasional platform," kata Tyas dalam jawaban tertulisnya.
"Dalam menghadapi perkembangan kondisi tersebut, Grab saat ini sedang melakukan evaluasi berkala secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek serta situasi riil di lapangan," lanjut Tyas.
Ia mengatakan setiap langkah operasional maupun kebijakan yang akan diambil ke depan dipastikan selalu mengacu pada ketentuan regulasi yang berlaku dari pemerintah.
"Kami juga terus melakukan koordinasi yang erat dengan para pemangku kepentingan terkait, demi menjaga keberlanjutan ekosistem," tutup Tyas.
Sebelumnya diwartakan, para pengemudi ojek online resah setelah pemerintah menaikkan harga Pertamax pada pekan ini. Mereka mengaku khawatir biaya operasional akan meningkat dan menggerus pendapatan.
Salah satu pengemudi ojol, Ahmad Abidin, mengaku merasakan langsung dampak kenaikan harga bahan bakar tersebut. Pengemudi Honda Vario itu mengatakan selama ini tetap menggunakan Pertamax karena menyesuaikan kebutuhan kendaraannya.
"Berasa juga kita kalau ngojek lagi sepi bagaimana? Iya, jangan-jangan nombok ini entarnya," keluhnya.
Baca Juga: Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital
Ia juga belum berani berpindah ke jenis BBM Subsidi Pertalite, karena khawatir akan membuat mesin motornya cepat rusak.
"Tahu ya, saya takutnya takut ngeden dia. Agak beda soalnya tarikannya ya," katanya.
Keluhan serupa disampaikan pengemudi ojol lainnya, Isdi Yanto. Pengemudi Honda Beat itu menilai kenaikan harga Pertamax otomatis memangkas pendapatan yang mereka bawa pulang.
"Kalau yang saya khawatirkan kan kalau Pertamax naik pendapatan kita udah pasti turun. Karena untuk mengisi bahan bakar aja kan naik gitu kan," kata Isdi, ditemui di wilayah yang sama.
Ia mengaku selama ini lebih sering menggunakan Pertamax. Namun, apabila penghasilannya tidak mencukupi, ia terpaksa beralih ke Pertalite.
Berita Terkait
-
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah
-
Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?
-
Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter
-
Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax
-
Dilema Driver Ojol Pilih Mesin Motor Awet atau Kantong Jebol karena Harga Pertamax Naik
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan