Bisnis / Energi
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:15 WIB
Grab Indonesia sedang melakukan evaluasi menyeluruh untuk mempertimbangkan penyesuaian tarif layanan guna menjaga keberlangsungan pendapatan mitra pengemudi. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemerintah menaikkan harga Pertamax minggu ini, yang memicu kekhawatiran pengemudi ojek online terkait peningkatan biaya operasional harian.
  • Grab Indonesia sedang melakukan evaluasi menyeluruh untuk mempertimbangkan penyesuaian tarif layanan guna menjaga keberlangsungan pendapatan mitra pengemudi.
  • Manajemen Grab akan memastikan setiap kebijakan operasional ke depan tetap mematuhi regulasi pemerintah serta koordinasi dengan pemangku kepentingan.

Suara.com - Pemerintah telah menaikkan harga Pertamax, salah satu produk BBM nonsubsidi dari Pertamina pada pekan ini dan Grab Indonesia mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi untuk mengambil kebijakan, termasuk soal kemungkinan penaikkan tarif transportasi online.

Director of Mobility, Food, and Logistics, Grab Indonesia, Tyas Widyastuti kepada Suara.com di Jakarta, Kamis (11/6/20260 mengatakan pihaknya terus memantau secara saksama dinamika penyesuaian harga BBM yang terjadi saat ini.

"Kami memahami bahwa perubahan harga BBM ini berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional harian para mitra pengemudi di lapangan. Oleh karena itu, fokus utama Grab adalah memastikan adanya keseimbangan yang sehat antara keberlanjutan pendapatan Mitra, keterjangkauan layanan bagi pengguna, serta stabilitas operasional platform," kata Tyas dalam jawaban tertulisnya.

"Dalam menghadapi perkembangan kondisi tersebut, Grab saat ini sedang melakukan evaluasi berkala secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek serta situasi riil di lapangan," lanjut Tyas.

Ia mengatakan setiap langkah operasional maupun kebijakan yang akan diambil ke depan dipastikan selalu mengacu pada ketentuan regulasi yang berlaku dari pemerintah.

"Kami juga terus melakukan koordinasi yang erat dengan para pemangku kepentingan terkait, demi menjaga keberlanjutan ekosistem," tutup Tyas.

Sebelumnya diwartakan, para pengemudi ojek online resah setelah pemerintah menaikkan harga Pertamax pada pekan ini. Mereka mengaku khawatir biaya operasional akan meningkat dan menggerus pendapatan.

Salah satu pengemudi ojol, Ahmad Abidin, mengaku merasakan langsung dampak kenaikan harga bahan bakar tersebut. Pengemudi Honda Vario itu mengatakan selama ini tetap menggunakan Pertamax karena menyesuaikan kebutuhan kendaraannya.

"Berasa juga kita kalau ngojek lagi sepi bagaimana? Iya, jangan-jangan nombok ini entarnya," keluhnya.

Baca Juga: Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital

Ia juga belum berani berpindah ke jenis BBM Subsidi Pertalite, karena khawatir akan membuat mesin motornya cepat rusak.

"Tahu ya, saya takutnya takut ngeden dia. Agak beda soalnya tarikannya ya," katanya.

Keluhan serupa disampaikan pengemudi ojol lainnya, Isdi Yanto. Pengemudi Honda Beat itu menilai kenaikan harga Pertamax otomatis memangkas pendapatan yang mereka bawa pulang.

"Kalau yang saya khawatirkan kan kalau Pertamax naik pendapatan kita udah pasti turun. Karena untuk mengisi bahan bakar aja kan naik gitu kan," kata Isdi, ditemui di wilayah yang sama.

Ia mengaku selama ini lebih sering menggunakan Pertamax. Namun, apabila penghasilannya tidak mencukupi, ia terpaksa beralih ke Pertalite.

Load More