- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.976 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026 pagi.
- Kenaikan suku bunga The Fed menjadi pemicu utama penguatan dolar AS yang menekan posisi mata uang rupiah.
- Analis memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi menyentuh level Rp18.000 akibat sentimen suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih lemas untuk bergerak naik pada awal perdagangan, Kamis, 25 Juni 2026. Pelemahan ini telah berlangsung sejak perdagangan Senin kemarin.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp 17.976 per dolar AS atau melemah 24 poin atau 0,13 persen.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, sentimen suku bunga The Fed masih jadi pendorong rupiah jatuh. Adapun, The Fed menaikan suku bunga acuannya.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah semakin meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed, " katanya saat dihubungi Suara.com.
Lukman melanjutkan, penguatan suku bunga The Fed membuat dolar AS terus naik. Sehingga, rupiah bisa kembali menyentuh level Rp18.000.
"Suku bunga membawa indeks dolar AS naik mencapai level tertinggi baru 13 bulan. Range Rp17.900 - Rp18.000," jelasnya.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia juga melemah. Salah satunya won Korea yang ambles mencapai 0,33 persen.
Disusul dolar Taiwan yang melemah 0,27 persen. Diikuti dolar Hong Kong yang melemah 0,003 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar yakni 0,54 persen disusul peso Filipina yang naik 0,19 persen.
Baca Juga: Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
Lalu, yen Jepang menguat 0,06 persen. Diikuti baht Thailand menguat 0,04 persen dan dolar Singapura menguat 0,04 persen. Mata uang yuan China juga menguat 0,004 persen terhadap dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Bisa Pesan Sekarang, Harga Emas Antam Tetap Rp2.665.000/Gram Hari Ini
-
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Koperasi Didorong Bangun Bisnis PLTS
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini ke Level 5.800-an, BREN dan ANTM Mulai Diburu Asing
-
OJK Kaji Penguatan Pengawasan Rekening Judi Online, Lebih dari 33 Ribu Sudah Diblokir
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026