Bisnis / Keuangan
Kamis, 25 Juni 2026 | 09:48 WIB
Rupiah masih merosot pada pagi ini. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.976 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026 pagi.
  • Kenaikan suku bunga The Fed menjadi pemicu utama penguatan dolar AS yang menekan posisi mata uang rupiah.
  • Analis memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi menyentuh level Rp18.000 akibat sentimen suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih lemas untuk bergerak naik pada awal perdagangan, Kamis, 25 Juni 2026. Pelemahan ini telah berlangsung sejak perdagangan Senin kemarin.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp 17.976 per dolar AS atau melemah 24 poin atau 0,13 persen.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, sentimen suku bunga The Fed masih jadi pendorong rupiah jatuh. Adapun, The Fed menaikan suku bunga acuannya.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah semakin meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed, " katanya saat dihubungi Suara.com.

Rupiah masih merosot. [Antara]

Lukman melanjutkan, penguatan suku bunga The Fed membuat dolar AS terus naik. Sehingga, rupiah bisa kembali menyentuh level Rp18.000.

"Suku bunga membawa indeks dolar AS naik mencapai level tertinggi baru 13 bulan. Range Rp17.900 - Rp18.000," jelasnya.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia juga melemah. Salah satunya won Korea yang ambles mencapai 0,33 persen.

Disusul dolar Taiwan yang melemah 0,27 persen. Diikuti dolar Hong Kong yang melemah 0,003 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar yakni 0,54 persen disusul peso Filipina yang naik 0,19 persen.

Baca Juga: Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Lalu, yen Jepang menguat 0,06 persen. Diikuti baht Thailand menguat 0,04 persen dan dolar Singapura menguat 0,04 persen. Mata uang yuan China juga  menguat 0,004 persen terhadap dolar AS.

Load More