Bisnis / Energi
Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan ambisi mengembangkan biodiesel hingga B80 dengan menambah lahan sawit. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menetapkan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 untuk mengurangi ketergantungan impor solar nasional.
  • Program B50 mampu menekan volume impor minyak mentah sebesar 300.000 barel per hari melalui penggunaan Fatty Acid Methyl Ester.
  • Bahlil mengungkapkan ambisi mengembangkan biodiesel hingga B80 dengan menambah lahan sawit, meski menghadapi potensi penolakan terkait alih fungsi lahan.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penerapan mandatori biodiesel 50 persen atau B50 yang akan berlaku pada 1 Juli 2026 akan menyelamatkan wajah Indonesia dari ketergantungan impor solar.

Kini ia juga berambisi untuk mengembangkan biodiesel hingga 80 persen campuran minyak nabati atau B80. Untuk mencapai ambisi itu, Bahlil mengatakan dibutuhkan lebih banyak lahan untuk ditanami sawit.

"Kalau tidak dapat minyak di laut, tidak dapat minyak di darat, ya dapat minyak tumbuhan saja. Saya lagi pikir-pikir ya, kalau begini bisa, Pak Presiden perintahkan, bisa enggak kita buat B70, B80? Tinggal kita tambah lahan," kata Bahlil agenda Energy Forum di Hotel Borobudur, Jakarta pada Kamis (25/6/2026).

Meski demikian, Bahlil mengatakan ia menyadari adanya potensi penolakan dari masyarakat terkait penambahan lahan untuk sawit demi ambisi B80 itu.

"Tapi begitu kita mau tambah lahan, ada yang enggak setuju lagi, bikin pesta apalah kira-kira begitu ya. Film begitulah kira-kira. Ini orang-orang ini nasionalis atau tidak ya? Atau suka impor-impor saja? Ini kita bingung," seloroh Bahlil.

Ungkapan Bahlil itu diduga berkaitan dengan film Pesta Babi yang isinya mengkritik pembukaan lahan pertanian besar-besaran di Papua Selatan, yang merampas lahan warga lokal.

Adapun program B50 disebut Bahlil berhasil menyelamat wajah Indonesia di mata dunia.

"Ternyata dengan B10 sampai B40 yang besok Juli akan kita resmikan B50, itu menyelamatkan wajah Indonesia dari ketergantungan impor solar kita," kata kata Bahlil.

Bahlil menyebut dengan berlakunya mandatori B50, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor solar. Menurutnya melalui program tersebut mampu menutup sekitar 300.000 barel per hari dari total konsumsi solar nasional.

Baca Juga: Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Dampaknya, volume impor minyak mentah yang sebelumnya mencapai 1 juta barel per hari kini berhasil ditekan menjadi sekitar 700.000 barel per hari karena sisa kebutuhannya telah dikonversi menggunakan Fatty Acid Methyl Ester (FAME).

Load More