News / Metropolitan
Rabu, 24 Juni 2026 | 10:52 WIB
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur memadamkan kebakaran yang menghanguskan dua warung kelontong dan rumah warga di Jalan Laut Benda, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (24/6/2026). (ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur).
Baca 10 detik
  • Kebakaran melanda dua warung dan satu rumah di Jalan Laut Benda, Jakarta Timur, pada Rabu dini hari.
  • Sudin Gulkarmat mengerahkan 70 personel untuk memadamkan api yang diduga berasal dari korsleting listrik di lokasi.
  • Sebanyak 18 jiwa berhasil dievakuasi dengan selamat, namun kerugian materiil ditaksir mencapai angka dua ratus juta rupiah.

Suara.com - Warga Jalan Laut Benda, Duren Sawit, Jakarta Timur, dikejutkan oleh amuk si jago merah pada Rabu (22/5/2024) dini hari.

Dua warung kelontong dan satu rumah tinggal ludes terbakar saat penghuninya tengah terlelap.

Peristiwa ini menyisakan trauma mendalam bagi Badriah, pemilik warung yang menjadi korban. Ia mengisahkan detik-detik mencekam saat api mulai berkobar.

"Saya lagi tidur, dengar teriakan kebakaran, terus saya langsung bangun, bangunin suami juga, karena saya dengar bunyi gitu," kata Badriah di lokasi kejadian, Rabu.

Kepanikan luar biasa melanda warga sekitar. Mereka berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri. Api dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam warung, termasuk stok bensin eceran.

"Terus, kita langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran," lanjut Badriah.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur merespons cepat laporan tersebut dengan mengerahkan 14 unit mobil pemadam dan 70 personel ke lokasi. Petugas berjibaku melokalisir api agar tidak merembet ke pemukiman padat lainnya.

Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengonfirmasi bahwa seluruh penghuni berhasil dievakuasi.

"Sekitar delapan kepala keluarga dengan total 18 jiwa selamat dari insiden tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai angka yang cukup besar.

"Kerugian diperkirakan sekira Rp200 juta. Penyebabnya diduga karena korsleting listrik," tutur Abdul.

Operasi pemadaman yang dimulai pukul 03.44 WIB tersebut dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 05.32 WIB.

"Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini," pungkas Abdul. (Antara)

Load More