- Kementerian ESDM mencatat sebanyak 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia belum mendapatkan akses listrik memadai.
- Pemerintah meningkatkan anggaran program kelistrikan menjadi Rp10,3 triliun pada 2026 guna mempercepat pemerataan listrik di wilayah pelosok.
- Program ini mencakup pembangunan infrastruktur jaringan desa dan pemberian bantuan pasang baru listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat masih ada sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik.
Guna mempercepat penyediaan listrik di wilayah pelosok tersebut, pemerintah menaikkan alokasi anggaran program kelistrikan menjadi Rp10,3 triliun pada tahun 2026.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjelaskan, lonjakan anggaran ini meningkat signifikan dibanding tahun 2025 yang dialokasikan sebesar Rp3,6 triliun.
Saat itu, anggaran tersebut digunakan untuk membangun jaringan listrik di 1.403 lokasi serta membiayai Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis bagi 220.845 rumah tangga.
"Saya sampaikan bahwa masih ada ribuan desa dan dusun yang belum ada listrik. Negara harus hadir untuk melayani seluruh rakyat," kata Bahlil saat meninjau pelaksanaan program Listrik Desa (Lisdes) di Dusun Krembeng, Desa Hardimulyo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).
Bahlil mengakui, pembangunan jaringan listrik di daerah terpencil sering kali tidak layak secara bisnis bagi perusahaan publik karena nilai investasinya yang tinggi.
"Hanya untuk melayani sekitar 44 kepala keluarga, investasinya bisa mendekati Rp 700 juta. Secara bisnis tentu tidak ekonomis. Tetapi pemerintah tidak boleh hanya berhitung untung rugi. Tugas negara adalah melayani rakyat," katanya.
Menurutnya, ketiadaan listrik menghambat akses pendidikan, informasi, digitalisasi, serta pelayanan kesehatan warga di daerah.
Program kelistrikan ini dijalankan melalui dua skema utama, yakni pembangunan infrastruktur jaringan listrik desa dan pemasangan sambungan listrik gratis melalui program BPBL.
Baca Juga: Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
"Ini untuk menyelesaikan program 2025, jadi sekarang tinggal peresmian-peresmian saja. Sementara untuk 2026, kita sedang inventarisasi lagi semuanya untuk bisa kita eksekusi sampai 2027," kata Bahlil.
Berita Terkait
-
Keberlanjutan Jadi Fokus, Transportasi Mulai Beralih ke Kendaraan Listrik
-
Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi
-
BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri
-
PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional
-
Bahlil Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik: Insya Allah!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal