- Lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran untuk program koperasi desa.
- Pengamat dan pakar ekonomi mengkritik penggunaan metode militer dalam pelatihan manajerial koperasi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan sipil.
- Koalisi masyarakat sipil mengecam kebijakan tersebut dan mendesak pemerintah menghentikan keterlibatan militer dalam pengelolaan sektor ekonomi sipil nasional.
Suara.com - Jumlah peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) kini menjadi lima orang.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dari seluruh jajaran kementerian dan panitia atas wafatnya para pemuda tersebut.
Adapun kelima korban yang gugur dalam rangkaian pelatihan ini di antaranya Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, serta Nola Dya Sari.
Insiden fatal ini memicu gelombang penolakan keras dari berbagai analis keamanan , pakar ekonomi, hingga lembaga swadaya masyarakat.
Mereka menilai metode komando angkatan bersenjata sama sekali tidak cocok diterapkan kepada elemen sipil, khususnya bagi para calon pengelola lembaga keuangan mikro desa .
Ruang Sipil Tersedot Militerisasi: Kritik dari Pengamat dan Pakar Ekonomi
Pengamat militer terkemuka, Jaleswari Pramodhawardhani, mempertanyakan urgensi kebijakan yang memobilisasi sekitar 30.000 calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ke dalam barak militer.
Menurutnya, tata kelola usaha kerakyatan memerlukan kompetensi manajerial spesifik yang seharusnya dibina oleh instruktur non-militer .
"Pertanyaan besar saya adalah mengapa kawan-kawan TNI ini, militer ini memasuki wilayah-wilayah, ruang-ruang sipil? Kalau untuk koperasi kenapa enggak diserahkan kepada masyarakat sipil?" ujar Jaleswari pasca-peluncuran buku biografi tokoh militer di Jakarta.
Baca Juga: APKLI Perjuangan: Program MBG dan KDKMP Harus Jalan Terus, Koruptor Wajib Ditindak Tanpa Ampun
Jaleswari menambahkan bahwa mencetak sumber daya manusia yang cakap mengelola unit ekonomi tidak bisa disamakan dengan instruksi baris-berbaris fisik.
Alih-alih meningkatkan produktivitas, pemosisian prajurit di ranah domestik sipil justru dikhawatirkan dapat memicu gesekan sosial horizontal di tengah masyarakat .
Pandangan serupa disampaikan oleh Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar.
Media menilai dalih pembentukan karakter dan mental kepemimpinan tidak harus mengadopsi gaya militer. Calon manajer koperasi dinilai jauh lebih tepat jika digembleng melalui inkubator bisnis, lembaga pelatihan wirausaha, atau institusi akademis yang kompeten di bidang tata kelola organisasi .
Kecaman Koalisi Masyarakat Sipil: Bertolak Belakang dengan Prinsip Koperasi
Sikap penentangan masif juga datang dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan . Gabungan lembaga hak asasi manusia seperti Imparsial, KontraS, YLBHI, dan Amnesty International Indonesia mengutuk keras jatuhnya korban jiwa, yang disebut sebagai buah pahit dari pemaksaan doktrin pertahanan ke dalam sektor ekonomi sipil.
Berita Terkait
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?
-
Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata
-
Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini
-
Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?
-
Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris
-
Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto