- APKLI Perjuangan di Jakarta mendesak pemerintah agar tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
- Kedua program strategis tersebut bertujuan meningkatkan gizi masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi pelaku UMKM dan rakyat kecil.
- APKLI meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi serta mengevaluasi tata kelola demi efektivitas pembangunan ekonomi nasional.
Suara.com - sosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Perjuangan menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak boleh dihentikan.
Kedua program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum APKLI Perjuangan, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., menyebut MBG dan KDKMP sebagai kebijakan revolusioner yang menjawab kebutuhan lama masyarakat.
Ia menilai program tersebut menjadi momentum penting dalam sejarah pembangunan ekonomi kerakyatan nasional.
“MBG dan KDKMP tidak boleh di-stop. Ini adalah momentum besar yang sangat genuin dalam sejarah kebijakan ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Ali Mahsun dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6).
Menurutnya, MBG tidak hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen strategis membangun generasi unggul.
Program ini diyakini mampu menekan angka stunting sekaligus mendorong perputaran ekonomi melalui keterlibatan UMKM, petani, nelayan, dan pedagang kecil.
Sementara itu, KDKMP dipandang sebagai upaya nyata menghidupkan kembali ekonomi berbasis desa dan kelurahan.
Skema koperasi ini diharapkan mampu menghentikan dominasi pemilik modal besar serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
Baca Juga: Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa
“KDKMP harus menjadi alat untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi rakyat kecil, bukan sekadar program administratif,” tegasnya.
Meski mendukung penuh, APKLI Perjuangan menyoroti dugaan korupsi dalam pelaksanaan kedua program tersebut.
Mereka menilai praktik korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencederai tujuan mulia program dan merusak kepercayaan publik.
“Siapapun yang terlibat korupsi MBG maupun KDKMP harus ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Tidak boleh tebang pilih,” kata Ali.
APKLI juga merujuk pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta dugaan korupsi MBG diusut tuntas.
Organisasi tersebut mendesak aparat penegak hukum, termasuk KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian, segera menelusuri potensi penyimpangan, termasuk dalam proyek KDKMP.
Berita Terkait
-
Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
-
Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes
-
Prabowo Sentil Penolak MBG, Pakar Pertanyakan Apakah Betul Menyasar Anak Kelaparan?
-
Khawatir Cucu Diintai, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Minta LPSK Lindungi Keluarganya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT