- Said Iqbal memperingatkan bahwa kenaikan cukai tembakau berkelanjutan berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja massal pada industri rokok legal.
- Perusahaan rokok terancam melakukan otomatisasi mesin dan efisiensi tenaga kerja akibat tingginya biaya produksi serta harga jual produk.
- Peredaran rokok ilegal yang lebih murah menyebabkan ketimpangan persaingan pasar sehingga perlu evaluasi kebijakan cukai oleh pemerintah pusat.
Suara.com - Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menilai kenaikan cukai hasil tembakau yang terus berlanjut berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri rokok.
Menurutnya, kekhawatiran tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan pekerja industri rokok yang ditemuinya beberapa hari lalu.
Mereka menilai kenaikan cukai membuat harga rokok legal semakin mahal sehingga perusahaan berpotensi melakukan efisiensi, termasuk mengurangi jumlah pekerja.
"Kalau cukainya naik terus maka rokok-rokok legal seperti Djarum, Gudang Garam, Sampoerna, dan sebagainya akan mengakibatkan harga rokok melambung tinggi, ongkos produksi naik, perusahaan biasanya akan menggunakan otomatisasi mesin sehingga memangkas jumlah karyawan. Itu bisa terjadi PHK kalau cukai rokoknya naik terus," kata Said Iqbal, Minggu (28/6/2026).
Selain kenaikan cukai, Iqbal mengatakan pekerja juga mengeluhkan maraknya peredaran rokok ilegal atau yang disebutnya sebagai "rokok putih".
Menurutnya, produk tersebut dijual dengan harga lebih murah karena tidak atau belum sepenuhnya membayar cukai sehingga membuat rokok legal kalah bersaing di pasar.
Ia mengaku, mendapat informasi bahwa sebagian pelaku usaha rokok putih sebenarnya bersedia membayar cukai, namun menganggap tarif yang berlaku masih terlalu tinggi.
"Nanti sambil saya bicarakan ke Menteri Keuangan usulan tentang pajak JHT dan pajak THR 0 persen, saya juga akan usulkan tentang cukai rokok ini. Bukan berarti mereka tidak mau bayar cukai, mereka berpendapat cukainya terlalu mahal," ujarnya.
Iqbal menilai, pemerintah perlu berhati-hati dalam menyusun kebijakan cukai agar tidak menimbulkan dampak terhadap lapangan kerja.
Baca Juga: OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar
Menurut dia, pekerja di industri rokok legal maupun rokok putih sama-sama berpotensi terdampak apabila kebijakan tersebut tidak mempertimbangkan kondisi industri.
"Kalau tidak hati-hati, PHK bisa terjadi. Ini yang harus dicari solusinya," tegasnya.
Berita Terkait
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja
-
Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak
-
Telkom Tutup Belasan Anak Usaha, Danantara Tegaskan Tidak Ada PHK Massal
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS
-
Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini
-
OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar
-
Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina
-
Negara BIsa Kehilangan Triliunan Penerimaan Negara dari Industri Rokok
-
Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney
-
OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya
-
IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?
-
Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?