- Kementerian ESDM menetapkan harga LNG untuk sektor industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU mulai 29 Juni 2026.
- Kebijakan ini diambil pemerintah untuk menurunkan harga gas yang sebelumnya melonjak tinggi mencapai 20 hingga 23 dolar AS.
- Penurunan harga gas bertujuan mengurangi beban operasional industri guna mencegah risiko terjadinya pemutusan hubungan kerja massal bagi karyawan.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga LNG untuk sektor industri sebesar 13 dolar AS per MMBTU.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi guna mengantisipasi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat melonjaknya harga LNG yang sebelumnya sempat menyentuh angka 20 dolar AS hingga 23 dolar AS per MMBTU.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut harga baru tersebut mulai berlaku per hari ini Senin 29 Juni 2026. Disebunya penetapan harga berdasarkan perhitungan dan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah sampaikan ke Bapak Presiden, diturunkan menjadi 13 dolar AS per MMBTU. Jadi dari 20 sampai 23 dolar AS per MMBTU sekarang diturunkan menjadi 13 dolar AS," kata Bahlil saat menggelar konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (29/2026).
Lonjakan harga LNG industri tersebut dijelaskannya terjadi akibat tingginya ongkos distribusi. Hal ini karena mayoritas pasokan gas harus dikirim dari sejumlah wilayah di Indonesia bagian tengah dan timur.
"LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa daerah luar Jawa lainnya. Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu 20 dolar ASsampai dengan 23 dolar AS per MMBTU," katanya.
Bahlil pun menyebut keputusan pemerintah menetapkan harga LNG sebesar 13 dolar AS per MMBTU bertujuan untuk membendung gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Langkah ini diambil menyusul tingginya tekanan beban operasional industri akibat lonjakan harga gas sebelumnya.
"Kami berpandangan memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah," pungkasnya
Baca Juga: Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak
-
Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR
-
IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat
-
Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta
-
Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK
-
Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah
-
Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru
-
Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa
-
Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber