Bisnis / Energi
Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Adi Asri Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menargetkan pemenuhan kebutuhan bensin nasional sebesar 40 juta kiloliter guna menekan defisit impor yang masih mencapai 20 juta kiloliter.
  • Pemerintah akan menerapkan program bauran bioetanol E20 dengan memanfaatkan komoditas tebu, singkong, dan jagung untuk memproduksi 4 juta kiloliter etanol.
  • Negara berkomitmen menjadi pembeli utama hasil produksi petani guna memperkuat ketahanan energi serta mencapai target emisi nol bersih tahun 2060.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan kebutuhan bensin nasional mencapai 40 juta kiloliter (KL) per tahun.

Guna menekan ketergantungan impor dan mendukung implementasi program bauran bioetanol E20, pemerintah memerlukan pasokan sekitar 4 juta KL etanol untuk dicampurkan ke dalam bensin nasional.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa kapasitas produksi bensin domestik saat ini baru mencapai 14,3 juta KL.

Pengoperasian Kilang Balikpapan pada Januari 2026 lalu telah menambah kapasitas produksi sebesar 5,5 juta KL, sehingga menyisakan defisit impor sekitar 20 juta KL bensin.

"Untuk mengurangi impor yang tersisa 20 juta kiloliter tersebut, maka kita akan menerapkan Program E20 yang idenya berangkat dari kesuksesan Program B10 hingga B50," kata Bahlil dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Jakarta yang dikutip pada Senin (29/6/2026).

Bahlil menyebutkan, kebutuhan 4 juta KL etanol tersebut akan diproduksi menggunakan bahan baku komoditas pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung.

Ilustrasi ethanol. (pertamina)

Untuk menjamin kepastian pasar di sektor hulu, pemerintah berkomitmen menjadi pembeli utama (off-taker) dari seluruh produksi etanol yang dihasilkan oleh petani.

Pendekatan bauran energi ini mengadopsi model keberhasilan mandatori biodiesel berbasis kelapa sawit pada sektor solar yang kini telah berkembang menuju B50.

Pengembangan industri bioetanol domestik ini ditargetkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus memberikan nilai tambah pada sektor pertanian nasional.

Baca Juga: Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Selain menjadi upaya menekan impor bensin, implementasi program E20 juga diintegrasikan sebagai bagian dari langkah pemerintah dalam mengejar target net zero emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Load More