- Pasar saham Asia bergerak fluktuatif pada Selasa (30/6/2026) saat dolar AS menguat hingga menekan nilai tukar yen dan rupiah.
- Harga minyak mentah Brent melandai ke US$ 72,49 per barel karena kekhawatiran risiko perang global mulai terkikis di pasar.
- Investor melakukan penataan ulang portofolio dengan mengalihkan modal dari sektor teknologi Asia ke bursa Eropa dan saham China.
Data dari BNY mencatat , modal bersih sebesar US$ 17,3 miliar telah keluar dari pasar saham Korea Selatan sepanjang tahun berjalan ini .
"Lebarnya jarak antara tingkat pengembalian (return) dengan arus modal keluar ini mencerminkan pola yang lebih luas di pasar teknologi Asia: performa yang kuat nyatanya memicu aksi ambil untung (profit-taking), bukan malah mendatangkan pembelian institusi baru," papar Geoff Yu , Ahli Strategi Makro BNY.
Sebagai dampaknya , perhatian pemodal kini mulai teralihkan ke bursa Eropa —dengan indeks STOXX yang naik 9 persen —serta indeks saham unggulan China mainland , CSI300, yang menguat 10 persen kuartal ini.
Berdasarkan data terbaru , sektor manufaktur Negeri Tirai Bambu berhasil ekspansif pada bulan Juni berkat sokongan ekspor teknologi tinggi.
Para manajer investasi melaporkan bahwa kini banyak klien yang memindahkan dananya ke sektor alternatif seperti industri pertahanan hingga energi terbarukan guna membangun diversifikasi portofolio yang jauh lebih resilien.
Disclaimer: Artikel pemberitaan mengenai pergerakan indeks pasar saham gabungan Asia, fluktuasi nilai tukar dolar AS dan yen Jepang , serta analisis komoditas minyak bumi global ini disajikan murni sebagai produk jurnalisme berita ekonomi publik . Seluruh data angka dan ulasan strategi yang termuat di dalamnya bukanlah bentuk rekomendasi investasi formal, ajakan transaksi komersial , atau panduan niaga tertentu . Segala keputusan pengalokasian aset dan risiko finansial yang diambil oleh pembaca menjadi tanggung jawab personal masing-masing individu secara penuh .
Berita Terkait
-
Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu
-
Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?
-
BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri
-
CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri
-
Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung
-
Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888
-
Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram
-
Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing
-
Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya