Bisnis / Makro
Selasa, 30 Juni 2026 | 14:15 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum menerima usulan resmi anggaran empat triliun rupiah dari Kementerian Perhubungan terkait pembangunan proyek perlintasan kereta.
  • Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan fly over dan perbaikan 1.800 titik perlintasan kereta di Pulau Jawa demi meningkatkan aspek keselamatan.
  • Kementerian Keuangan akan memprioritaskan anggaran tersebut setelah usulan resmi diterima guna menindaklanjuti instruksi Presiden terkait proyek perlintasan kereta api.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima usulan anggaran Rp 4 triliun dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membangun proyek perlintasan kereta api Rp 4 triliun yang sempat diusulkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan Menkeu Purbaya saat melakukan Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Anggaran ini sempat dipertanyakan oleh anggota DPR dalam rapat tersebut.

"Sampai sekarang belum ada pengusulan dari Kementerian Perhubungan ke kami pak. Jadi kalau ada kami follow up segera," katanya, dikutip Selasa (30/6/2026).

Menanggapi itu, Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady menyatakan kalau surat dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk penambahan anggaran proyek tersebut sudah diusulkan melalui Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Oke pak kami akan cek, kami akan follow up. Kalau kata staf saya untuk tahun depan itu. Tapi kalau bisa percepat, kita percepat. Tapi sampai sekarang saya belum terima masukan yang jelas dari Perhubungan," jawab Purbaya.

Bendahara Negara lalu mengeluhkan kalau beberapa kementerian kerap mengklaim sudah mengusulkan anggaran, namun suratnya baru sampai di hari yang sama.

Ilustrasi kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. [Suara.com/Syahda]

"Oke pokoknya kalau sampai ke kita, kita akan tindaklanjuti dengan cepat. Kadang-kadang kementerian begitu pak, bilang ke semua orang sudah kirim, tahunya kirimnya tadi pagi. Jadi saya belum bisa jawab sekarang pak. Tapi saya akan pastikan pak," timpal dia.

Lebih lanjut Purbaya menegaskan kalau pengadaan anggaran proyek perlintasan kereta api Rp 4 triliun imbas tragedi Stasiun Bekasi Timur akan menjadi prioritas Kemenkeu.

"Kami akan perhatikan masukan tersebut dan tahun depan akan kita anggarkan mungkin. Tapi saya belum tahu berapa yang diusulkan, yang jelas kami akan buat ini menjadi prioritas kita," jelas Purbaya.

Baca Juga: 31 Perlintasan Liar Ditutup, Namun Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Tetap Meningkat

Sekadar informasi, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan investigasi serta pembangunan fly over buntut kecelakaan KRL. Pembangunan fly over yang dimaksud adalah di atas perlintasan kereta, yang mana Prabowo menyorot banyaknya perlintasan tanpa penjagaan.

"Tapi secara garis besar, kita perhatikan lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga. Kita akan segera atasi, pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat fly over karena bekasi juga padat dan keperluan kereta api sangat penting, sangat mendesak, jadi saya sudah setuju segera dibangun fly over langsung oleh bantuan presiden," kata Prabowo usai menjenguk warga korban kecelakaan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Tidak hanya untuk daerah Bekasi, Prabowo meminta ada perbaikan serupa terhadap titik-titik perlintasan lain di Pulau Jawa.

"Kemudian, di jawa ada 1800 titik yang juga lintasan seperti ini dari zaman belanda beberapa puluh tahun sekarang sudah kita selesaikan segera. Saya juga sudah memerintahkan segera kita akan perbaiki semua, lintasan tersebut dengan apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan fly over," beber dia.

Prabowo juga menyampaikan anggaran yang disiapkan guna memperbaiki perihal perlintasan kereta tersebut.

"Nanti pelaksanaannya kita tunjuk, kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T, demi keselamatan dan demi karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api, ya kita harus keluarkan itu, sekarang saatnya, sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, kita sekarang lakukan," jelasnya.

Load More