- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum menerima usulan resmi anggaran empat triliun rupiah dari Kementerian Perhubungan terkait pembangunan proyek perlintasan kereta.
- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan fly over dan perbaikan 1.800 titik perlintasan kereta di Pulau Jawa demi meningkatkan aspek keselamatan.
- Kementerian Keuangan akan memprioritaskan anggaran tersebut setelah usulan resmi diterima guna menindaklanjuti instruksi Presiden terkait proyek perlintasan kereta api.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima usulan anggaran Rp 4 triliun dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membangun proyek perlintasan kereta api Rp 4 triliun yang sempat diusulkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal itu diungkapkan Menkeu Purbaya saat melakukan Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Anggaran ini sempat dipertanyakan oleh anggota DPR dalam rapat tersebut.
"Sampai sekarang belum ada pengusulan dari Kementerian Perhubungan ke kami pak. Jadi kalau ada kami follow up segera," katanya, dikutip Selasa (30/6/2026).
Menanggapi itu, Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady menyatakan kalau surat dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk penambahan anggaran proyek tersebut sudah diusulkan melalui Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Oke pak kami akan cek, kami akan follow up. Kalau kata staf saya untuk tahun depan itu. Tapi kalau bisa percepat, kita percepat. Tapi sampai sekarang saya belum terima masukan yang jelas dari Perhubungan," jawab Purbaya.
Bendahara Negara lalu mengeluhkan kalau beberapa kementerian kerap mengklaim sudah mengusulkan anggaran, namun suratnya baru sampai di hari yang sama.
"Oke pokoknya kalau sampai ke kita, kita akan tindaklanjuti dengan cepat. Kadang-kadang kementerian begitu pak, bilang ke semua orang sudah kirim, tahunya kirimnya tadi pagi. Jadi saya belum bisa jawab sekarang pak. Tapi saya akan pastikan pak," timpal dia.
Lebih lanjut Purbaya menegaskan kalau pengadaan anggaran proyek perlintasan kereta api Rp 4 triliun imbas tragedi Stasiun Bekasi Timur akan menjadi prioritas Kemenkeu.
"Kami akan perhatikan masukan tersebut dan tahun depan akan kita anggarkan mungkin. Tapi saya belum tahu berapa yang diusulkan, yang jelas kami akan buat ini menjadi prioritas kita," jelas Purbaya.
Baca Juga: 31 Perlintasan Liar Ditutup, Namun Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Tetap Meningkat
Sekadar informasi, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan investigasi serta pembangunan fly over buntut kecelakaan KRL. Pembangunan fly over yang dimaksud adalah di atas perlintasan kereta, yang mana Prabowo menyorot banyaknya perlintasan tanpa penjagaan.
"Tapi secara garis besar, kita perhatikan lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga. Kita akan segera atasi, pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat fly over karena bekasi juga padat dan keperluan kereta api sangat penting, sangat mendesak, jadi saya sudah setuju segera dibangun fly over langsung oleh bantuan presiden," kata Prabowo usai menjenguk warga korban kecelakaan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Tidak hanya untuk daerah Bekasi, Prabowo meminta ada perbaikan serupa terhadap titik-titik perlintasan lain di Pulau Jawa.
"Kemudian, di jawa ada 1800 titik yang juga lintasan seperti ini dari zaman belanda beberapa puluh tahun sekarang sudah kita selesaikan segera. Saya juga sudah memerintahkan segera kita akan perbaiki semua, lintasan tersebut dengan apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan fly over," beber dia.
Prabowo juga menyampaikan anggaran yang disiapkan guna memperbaiki perihal perlintasan kereta tersebut.
"Nanti pelaksanaannya kita tunjuk, kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T, demi keselamatan dan demi karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api, ya kita harus keluarkan itu, sekarang saatnya, sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, kita sekarang lakukan," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
31 Perlintasan Liar Ditutup, Namun Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Tetap Meningkat
-
TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun
-
Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan
-
Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang
-
IHSG Jadi Bursa Kinerja Terburuk Global, Aksi Jual Saham Perbankan Tekan Perdagangan
-
BUMI Ambles Terus-terusan, Segini Target Harga Sahamnya
-
ICW Soroti Business Judgment Rule Danantara: Jadi Solusi atau Masalah Baru?
-
IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah
-
Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta
-
Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin
-
Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?